Pengantar Terapi Akupunktur Titik Nyeri Radikal

1 . Apa itu Trigger Point? Trigger Point (Titik Pemicu) adalah lokasi pada sepotong otot rangka yang dapat memicu rasa sakit, biasanya di lokasi ini dapat merasakan pita yang ketat (tali nodular), meremas dan menyentuh titik pemicu dapat merasakan pegal dan nyeri serta keterlibatan yang jauh, tekanan yang cepat juga dapat menyebabkan fenomena kedutan lokal. 2 . Di mana letak titik nyeri? Bagaimana cara mengklasifikasikan? Titik eksitasi myofascial adalah kompleks, di dalam otot terdapat titik eksitasi sentral dan titik eksitasi perlekatan. Sentralitas umumnya terletak di tengah serat otot perut otot, di mana saraf motorik memasuki otot, yaitu di titik motorik. Titik nyeri perlekatan terutama terletak pada sendi otot dan tendon, atau perlekatan tendon pada ilium tulang. Saat ini, terdapat 255 titik nyeri pada 147 otot di seluruh tubuh. Menurut lokasi titik-titik tender, mereka dapat diklasifikasikan sebagai titik tender myofascial, titik tender kulit, titik tender periosteal, titik tender ligamen dan sebagainya. Tergantung pada apakah mereka menyebabkan gejala yang menyakitkan atau tidak, mereka dapat diklasifikasikan sebagai titik nosiseptif nosiseptif aktif atau laten. Menurut perannya dalam proses patogenesis, titik pemicu dapat dibagi menjadi titik pemicu utama (Titik Pemicu Utama) dan titik pemicu tambahan (disebut juga titik pemicu satelit, Titik Pemicu Satelit), titik pemicu sekunder, dan titik pemicu primer. 3. Apa yang dimaksud dengan Sindrom Nyeri Myofascial (MPS)? Sindrom Nyeri Myofascial (MPS) adalah serangkaian sindrom disfungsi otot dengan fokus pada nyeri, juga dikenal sebagai Sindrom Nyeri Myofascial, Sindrom Nyeri Myofascial, atau Myofasciitis. 4, sindrom nyeri myofascial atau penyebab “penyakit” Terjadinya titik-titik nyeri yang menyiksa yang disebabkan oleh banyak bagian sindrom nyeri tubuh, termasuk banyak nyeri kepala dan leher, batang tubuh dan anggota badan, seperti migrain, pusing, vertigo, sakit gigi, kedutan otot wajah, neuralgia trigeminal, nyeri sendi rahang, spondilosis serviks, sindrom epiglotis toraks, bahu beku, Nyeri dingin punggung, ligamentitis supraspinous, epikondilitis humerus internal dan eksternal, styloiditis ulnaris radialis, sindrom terowongan karpal jari, nyeri jari dan tangan, nyeri pinggang dan tungkai, sindrom lumbal transversal ketiga, linu panggul, sindrom mioklonus glutealis, nyeri fosa N, nyeri tungkai besar dan kecil, nyeri pergelangan kaki internal dan eksternal, nyeri tendon Achilles, nyeri Achilles, artritis metatarsophalangeal pertama, dan semua bagian persendian yang nyeri, seperti: nyeri lutut. 5, Sakit kepala migrain dikaitkan dengan titik eksitasi di otot mana? Tergantung pada lokasi nyeri di kepala. Nyeri pelipis berasal dari otot trapezius bagian atas pada sudut serviks dan titik eksitasi otot trapezius; nyeri frontal berasal dari otot sternokleidomastoid dan titik eksitasi otot trapezius; nyeri di bagian atas kepala berasal dari otot penjepit kepala dan titik eksitasi otot penjepit leher; nyeri di bagian belakang oksiput berasal dari otot oksipital, otot serviks posterior, dan titik eksitasi sentral otot trapezius, dan seterusnya. 6, pusing dan pusing juga terkait dengan titik eksitasi nyeri otot? Semua titik nyeri otot rangka yang dapat menyebabkan sakit kepala dapat menyebabkan pusing dan pusing. 7. Apakah pusing berhubungan dengan titik nyeri otot rangka? Ada hubungan yang bagus, otot sternokleidomastoid, otot serpihan sefalika, otot serpihan serviks, otot lurus besar bagian belakang kepala, titik nyeri eksitasi otot sudut miring dapat menyebabkan vertigo. 8. Apa hubungan antara spondilosis serviks dan mialgia? Hampir 100% nyeri spondilosis serviks disebabkan oleh titik nyeri otot rangka serviks, setelah pengobatan titik nyeri otot serviks, 100% pasien ini dapat mencapai hasil yang baik, dan 70% dapat disembuhkan. 9. Dapatkah kekurangan suplai darah serebrovaskular diperbaiki dengan pengobatan titik nyeri myofascial? Ini dapat ditingkatkan secara signifikan, karena titik pemicu nyeri leher dapat menyebabkan berbagai tingkat kontraksi pembuluh darah di leher, yang menyebabkan suplai darah yang tidak mencukupi ke sistem serebrovaskular. 10. Kondisi medis apa lagi yang berhubungan dengan titik nyeri otot rangka yang menyakitkan? Fibromialgia, mialgia, miofasialgia, miofasialgia, mielopati, radikulitis tulang belakang, dan sebagainya. Semuanya dapat diobati untuk mengatasi nyeri. Selain itu, titik nyeri rangsang dapat menyebabkan batuk, asma, sakit perut, diare, dismenore, penyakit urologi. Mereka bahkan dapat menyebabkan keringat yang tidak normal, gangguan menstruasi, dan fungsi seksual yang rendah.