Fasies adenoid adalah suatu kondisi di mana perkembangan tulang wajah terganggu akibat hipertrofi adenoid. Obstruksi saluran napas bagian atas yang lengkap atau tidak lengkap selama masa kanak-kanak karena berbagai alasan dapat menyebabkan perubahan pada kebiasaan bernapas anak. Ketika anak-anak bernapas dengan mulut terbuka dalam jangka waktu yang lama, mereka dapat mengalami berbagai kelainan bentuk gigi dan rahang atas yang bermanifestasi secara klinis sebagai “fasies adenoid”. Gejalanya khas dan diagnosis biasanya dibuat berdasarkan manifestasi klinis yang dikombinasikan dengan pemeriksaan yang relevan. Anak mungkin memiliki rahang yang memanjang, langit-langit mulut yang melengkung tinggi, gigi yang tidak rata, gigi seri atas yang menonjol, bibir yang tebal dan kurangnya ekspresi, atau “wajah pikun”. 2. Penilaian berdasarkan pemeriksaan tambahan Film nasofaring lateral, CT atau pencitraan resonansi magnetik nasofaring dapat dengan jelas menunjukkan adenoid yang membesar. Oleh karena itu, pencegahan penyakit harus dilakukan, dan umumnya dapat dicegah dari aspek-aspek berikut: 1, kembangkan kebiasaan baik, perhatikan kebersihan, perbaiki kebiasaan buruk seperti bernapas melalui mulut; 2, berpartisipasi aktif dalam olahraga, tingkatkan kebugaran fisik, dan makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar; 3, pengobatan tepat waktu untuk penyakit organ yang berdekatan, seperti sinusitis, rinitis alergi, rinitis alergi, bronkitis, dll. 4. Anak-anak dengan hipertrofi adenoid harus segera diobati untuk menghindari hipertrofi adenoid jangka panjang yang menyebabkan fitur wajah adenoid.