1. Durasi ketidaksuburan: Ketika ketidakmampuan untuk memiliki anak telah berlangsung selama lebih dari empat tahun tanpa kontrasepsi, kemungkinan terjadinya kehamilan spontan setiap bulannya menjadi rendah. 2. Ketidaksuburan primer atau sekunder: Dalam kasus kesuburan normal pada salah satu pasangan, peluang pasangan untuk mendapatkan kesuburan sangat bergantung pada kesembuhan ketidaksuburan absolut atau relatif pada salah satu pasangan. 3. Hasil analisis air mani: Analisis air mani merupakan dasar yang penting untuk menilai kesuburan pria, dan hasil yang tidak normal mengindikasikan adanya penurunan kesuburan. Parameter air mani yang paling erat kaitannya dengan kesuburan adalah jumlah dan viabilitas sperma. Mayoritas dari mereka yang memiliki jumlah sperma aktif lebih dari atau sama dengan 40 juta dapat hamil melalui hubungan seksual; 5 juta hingga 40 juta dapat dipertimbangkan untuk kehamilan IUI; mereka yang memiliki jumlah sperma kurang dari nol dan kurang dari 5 juta harus mengupayakan fertilisasi in vitro untuk hamil. 4, usia wanita dan kesuburan: kesuburan wanita pada usia 35 tahun hanya 50% dari kesuburan pada usia 25 tahun, turun menjadi 25% pada usia 38 tahun, dan semakin menurun hingga kurang dari 5% pada usia di atas 40 tahun. Dalam reproduksi berbantu, usia wanita merupakan faktor yang paling signifikan yang mempengaruhi tingkat keberhasilan.