Spondilofraktur yang tidak berdiferensiasi adalah sekelompok penyakit yang memiliki ciri-ciri klinis, laboratorium, dan bahkan radiologis spondilofraktur, tetapi tidak memenuhi kriteria diagnostik spondilofraktur yang telah diklasifikasikan dengan jelas hingga saat ini. uSpA hanyalah sebuah nomenklatur, bukan merupakan penyakit atau sindrom dalam klasifikasi penyakit, ini mengandung beberapa lapisan makna: (i) mungkin merupakan tahap awal dari beberapa spondyloarthropathy yang, jika tidak ditangani dan dibiarkan berkembang secara spontan, nantinya dapat berkembang menjadi salah satu jenis spondyloarthropathy yang khas; (ii) mungkin juga beberapa kasus tidak berkembang menjadi pasien yang khas, melainkan menjadi spondyloarthropathy “abortif” atau tipe “tonoplastik”; (iii) atau mungkin termasuk dalam beberapa sindrom yang tumpang tindih yang tidak berdiferensiasi menjadi spondyloarthropathy yang pasti; (iv) atau mungkin spondyloarthropathy dengan etiologi yang belum diketahui yang belum diketahui tetapi dapat diklasifikasikan dengan jelas di masa depan. uSpA memiliki manifestasi umum: peradangan pada titik perlekatan, artritis sakroiliaka, dan pembawaan gen HLA-B27. Manifestasi uSpA yang paling khas adalah artritis pada titik perlekatan, di mana tempat utama peradangan adalah tendon yang melekat pada tulang. Nyeri punggung bawah adalah gejala awal uSpA dan dapat menjalar ke daerah pinggul dan paha dan memburuk dengan istirahat di tempat tidur dan tidak beraktivitas. uSpA dapat memiliki berbagai manifestasi ekstra-artikular yang terkait dengan spondyloarthropathies lain seperti demam, sariawan, konjungtivitis, iritasi, ulkus kelenjar, dan uretritis. Pengobatan uSpA ditujukan untuk mengurangi rasa sakit, menghilangkan gejala dan mencegah kecacatan, dan sebagian besar dirujuk untuk pengobatan spondyloarthropathies seperti ankylosing spondylitis dan artritis reaktif.