Bagaimana cara mengenali penyakit alergi pernapasan?

  Insiden asma alergi dan rinitis alergi meningkat setiap tahun, sehingga menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menempatkan penyakit pernapasan alergi ini sebagai salah satu dari tiga penyakit teratas yang harus dipelajari dan dicegah pada abad ke-21. Ada kelompok khusus anak-anak dengan infeksi saluran pernapasan berulang yang alergi.

  Manifestasi dari konstitusi alergi.

  1. Beberapa kali batuk atau bersin di pagi hari saat bangun tidur

  2. Menggosok mata atau hidung.

  3. Eksim selama masa bayi.

  4. Ruam saat makan makanan laut.

  5. Memiliki mata merah dan hidung meler di musim semi

  6. Sering mengalami gatal-gatal pada tubuh

  7. menderita gatal-gatal.

  Sebagian besar dari anak-anak ini akan memiliki riwayat alergi dalam keluarga dan pentingnya riwayat alergi dalam keluarga.

  1. Anak-anak lebih mungkin mengembangkan asma jika orang tua atau kerabat dekat mereka memiliki penyakit alergi atau asma.

  2. Dipengaruhi oleh faktor genetik. Kecenderungan alergi diturunkan ke generasi berikutnya, sehingga bayi memiliki bakat alergi.

  3. Penderita alergi dapat menderita berbagai macam penyakit alergi dan dapat terjadi pada semua usia (bayi, anak-anak, dewasa).

  Penyakit alergi pernafasan meliputi.

  1. Faringitis alergi dan batuk (faringitis kronis)

  2. Rinitis alergi.

  3. Batuk setelah infeksi pernapasan.

  4. Asma varian batuk.

  5. Mengi pada bayi dan anak-anak.

  6, asma pada anak-anak.

  7. Asma atipikal (gejala dada mendominasi).

  Gejala-gejala dari jenis penyakit ini adalah.

  1. Tenggorokan terasa gatal, tenggorokan terasa gatal, sensasi benda asing di tenggorokan.

  2. Hidung tersumbat, pilek, bersin, hidung gatal, mata berair

  3. Mengangkat hidung dan mengedipkan mata – menampilkan gerakan yang aneh.

  4. Batuk yang buruk di pagi dan malam hari, batuk yang buruk ketika teriritasi oleh udara dingin atau benda asing, batuk yang buruk setelah berolahraga

  5. Batuk berulang untuk jangka waktu yang lebih lama (4 minggu)

  6. Batuk dalam waktu lama setelah pilek atau pneumonia

  7. Mengi tiba-tiba atau pilek yang disertai dengan mengi, sesak dada, dan menahan napas.

  Untuk mengelola lingkungan rumah Anda.

  1. Jangan memelihara hewan peliharaan di dalam rumah, bersihkan boneka binatang (bulu) secara teratur

  2. Jangan merokok di dalam ruangan (merokok)

  3. Gunakan kain pel atau lap basah saat membersihkan ruangan untuk menghindari penumpukan debu (tungau debu).

  4. Gunakan sabun bebas pewangi (bau).

  5. Mengganti karpet dengan lantai kayu atau ubin (tungau debu, jamur)

  6. Mencuci semua tempat tidur setiap minggu dengan air panas bersuhu 600°C dan menjemurnya di bawah sinar matahari (tungau debu, jamur)

  7. Mengurangi jumlah tanaman dalam ruangan (serbuk sari, jamur)

  8. Membuang koran dan majalah (cetakan)

  9. Menjaga kebersihan ubin kamar mandi, bak mandi, toilet, dan tirai kamar mandi (jamur)

  10. Menjaga kebersihan pelembap (jamur)

  11 . Menjaga kebersihan tempat sampah (jamur).

  12. Membersihkan dan merawat AC (tungau debu, jamur)

  13. Tidak tidur di ruang bawah tanah (jamur)

  14 . Singkirkan benda-benda yang berbau menyengat dari ruangan (bau).