Bagaimana cara meningkatkan peluang saya untuk hamil?

Mempersiapkan kehamilan adalah “pekerjaan besar”! Untuk menyambut kedatangan sang buah hati, seluruh keluarga telah melakukan banyak persiapan, namun yang membuat frustasi adalah, meskipun sudah banyak usaha yang dilakukan, belum ada tanda-tanda kehamilan, sehingga membuat cemas beberapa persiapan bagi sang ibu! Kapan Anda bisa hamil? Bagaimana saya bisa hamil lebih cepat? Di bawah ini, saya rangkum beberapa hal berikut untuk Anda. 1, cobalah untuk menghindari kehamilan pada usia lanjut Untuk kesehatan ibu dan bayi, sangat penting untuk memperhatikan usia kehamilan, terutama setelah diperkenalkannya kebijakan dua anak akan ada sejumlah ibu pada usia lanjut, lebih dari 35 tahun untuk mempersiapkan kehamilan ibu, silakan lakukan pekerjaan yang baik di pusat reproduksi sebelum konsultasi pra-kehamilan. (2) Memperhatikan menstruasi dan belajar memantau ovulasi (1) Memperhatikan menstruasi: Gunakan pulpen untuk mencatat waktu dan durasi setiap periode menstruasi. (2) Pemantauan ovulasi: Sebelum ovulasi, vagina akan sering mengeluarkan lendir seperti putih telur. Untuk wanita dengan menstruasi yang teratur, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya, misalnya, jika periode menstruasi saat ini adalah pada tanggal 15, ovulasi akan terjadi sekitar tanggal 1 bulan berikutnya. Perhatikan bahwa Anda harus melakukan hubungan intim dua hari sekali selama masa ovulasi (seminggu di sekitar hari ovulasi). Tentu saja, metode yang paling akurat adalah pergi ke rumah sakit untuk melakukan USG untuk memantau ovulasi, dan melakukan hubungan intim dua hari sekali sebelum dan sesudah hari ovulasi (periode bahaya). Selain metode di atas, kita juga dapat memantau ovulasi dengan strip tes ovulasi dan kurva suhu tubuh basal, tetapi kedua metode pemantauan ovulasi ini relatif tidak terlalu akurat dibandingkan dengan pemantauan USG. (3) Wanita yang mengalami menstruasi tidak teratur atau aliran menstruasi yang sangat rendah, atau wanita yang pernah melakukan beberapa kali aborsi atau aborsi dengan obat di masa lalu, pertama-tama dapat meminta nasihat dari dokter kesuburan. 3, kontrol berat badan, perkuat gerakan Seringkali ibu hamil adalah penatua “gemuk”, penatua sering merawat ibu hamil makan lebih banyak, tumbuh gemuk, tetapi mereka tidak tahu bahwa obesitas tidak hanya akan menyebabkan serangkaian gangguan endokrin, dan bahkan menyebabkan tidak mudah hamil. Oleh karena itu, ibu hamil harus dengan sabar menjelaskan dengan jelas dengan para tetua, perlunya mempersiapkan kehamilan adalah dengan mengontrol pola makan, memperkuat olahraga, menjaga berat badan, agar lebih kondusif bagi kesehatan. 4, sesuaikan mentalitas, nikmati pikiran dan tubuh Masalah kehamilan tidak bisa terburu-buru! Ibu hamil harus memahami bahwa, secara umum, pasangan seks normal, kemungkinan hamil dalam waktu 1 bulan hanya 25%, dan angkanya tidak bisa kumulatif, dan bukan berarti 2 bulan akan memiliki peluang 50%, 3 bulan akan menjadi 75%. Tentu saja, sekitar 80-90 persen pasangan hamil dalam waktu satu tahun. Jadi, meskipun kedua pasangan sehat, ada perbedaan antara beberapa pasangan yang hamil lebih cepat dan beberapa yang lebih lambat. Beberapa ibu hamil memiliki terlalu banyak tekanan psikologis, yang tidak kondusif untuk implantasi embrio. Ibu hamil hanya perlu mengatur pikiran, tubuh dan pikiran yang bahagia, dengan tenang menunggu kehadiran sang buah hati. 5, kerja sama calon ayah Calon ayah dalam persiapan kehamilan memperhatikan untuk tidak memakai celana panjang ketat, kurangi memakai celana jins, berhenti merokok dan minum, menolak begadang, tidur lebih awal dan bangun lebih awal, olahraga yang sesuai, memperkuat kebugaran fisik, suplementasi vitamin yang tepat, menghindari sering kontak dengan suhu tinggi, kontak dengan zat kimia. Agar lebih cepat dan lancar menyongsong kedatangan sang buah hati, ibu dan ayah yang sedang hamil harus memiliki kesabaran yang cukup, tidak cemas, menjaga hati tetap normal, percaya bahwa sang buah hati akan segera datang!