Pengembangan dan aplikasi klinis dari sistem fiksasi batang kuku lengkung perkutan perkutan invasif minimal

  TUJUAN: Untuk menyelidiki nilai dari sistem fiksasi paku lengkung perkutan dan batang perkutan invasif minimal buatan sendiri.  METODE: Tiga puluh kasus fraktur toraks dan lumbal serta gangguan degeneratif tulang belakang lumbal diobati dengan seperangkat alat bedah yang dikembangkan khusus untuk penempatan tusukan perkutan paku pedikel dan batang penghubung, serta untuk penempatan perkutan paku batang yang akurat, dan sistem ini dievaluasi dalam hal mengurangi waktu operasi, panjang sayatan, perdarahan intraoperatif dan drainase pasca operasi, penggunaan obat analgesik pasca operasi, dan komplikasi intraoperatif dan pasca operasi dengan membandingkannya dengan operasi terbuka. trauma bedah, meningkatkan hasil bedah dan mengurangi komplikasi.  HASIL: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara sistem fiksasi paku akar perkutan perkutan invasif minimal dalam hal waktu operasi dan keakuratan penempatan paku, dan perbedaan yang signifikan dalam hal sayatan bedah, perdarahan intraoperatif dan drainase pasca operasi, dan penggunaan obat analgesik.  Kesimpulan: Sistem fiksasi batang paku lengkung perkutan perkutan invasif minimal dirancang dengan baik, mudah digunakan dan akurat, dan secara signifikan dapat mengurangi trauma bedah dan meningkatkan hasil bedah.