Myeloma mampu menyerang berbagai jaringan di seluruh tubuh, dan manifestasi klinisnya bersifat multisistemik dan beragam, tetapi anemia, kerusakan sumsum tulang, dan penyakit ginjal adalah yang paling menonjol. Cepat atau lambat dalam perjalanan penyakit, pasien dengan myeloma akan mengembangkan manifestasi klinis kerusakan ginjal. Prognosis umumnya meliputi hal-hal berikut, kelainan kromosom tertentu, seperti delesi kromosom 13, dan kemudian indeks penanda sel plasma, kadar β2 mikroglobulin, kadar albumin serum, dan kadar kreatinin serum. Pada pasien usia lanjut, seperti mereka yang berusia lebih dari 75 tahun, kadar dehidrogenase laktat plasma, dan pada plasmacytomas ekstramedulla multipel, kadar protein C-reaktif, merupakan kriteria yang akan menentukan prognosis.