Apa perbedaan antara kembar tiga mayor dan minor?

  Kembar tiga minor dan mayor adalah penyakit yang sangat umum, terutama kembar tiga mayor, dan ada sejumlah besar pasien di negara kita. Ada banyak pasien yang akan membuat perbandingan tertentu antara kembar tiga minor dan mayor. Mereka ingin tahu mana yang lebih serius, dan juga apa perbedaan antara kembar tiga minor dan mayor.

  A. Perbandingan kondisi kembar tiga minor dan mayor

  Orang pada umumnya membagi kembar tiga kecil hepatitis B menjadi tiga kategori, dengan beberapa jenis yang tidak memerlukan pengobatan dan yang lainnya memerlukan pengobatan segera. Jika tes DNA negatif untuk tri-positif minor dan fungsi hati serta USG normal dari waktu ke waktu, itu berarti virus tidak lagi bereplikasi dan tidak menular, sehingga tidak perlu isolasi dan pengobatan. Kondisi ini menyumbang sekitar 60% – 70% dari jumlah total pasien dengan SSP, dan tidak ada pengobatan lebih lanjut yang tersedia di dalam atau di luar negeri.

  Ada juga situasi di mana DNA virus hepatitis B bereplikasi pada tingkat yang rendah, dengan tes PCR <106, fungsi hati normal atau sedikit abnormal, dan limpa yang sedikit lebih tebal pada USG perut, yang dikenal sebagai fase residu virus hepatitis B kronis. Kondisi ini menyumbang sekitar 20% dari jumlah total pasien dengan kembar tiga minor.   Ada jenis hepatitis B minor ketiga-positif yang sangat parah, yang memiliki tingkat keparahan terbesar. Ini adalah tingkat replikasi DNA virus hepatitis B yang tinggi (tes PCR >106) dan fungsi hati yang tidak normal, yang dikenal sebagai “e antigen negatif hepatitis B kronis”.

  Kondisi ini menyumbang sekitar 10% dari semua kembar tiga kecil dan ditandai dengan replikasi virus yang aktif dan infektivitas yang tinggi, karena mutasi virus hepatitis B. Jenis tri-positif mayor ini lebih serius daripada tri-positif minor, yang memiliki peluang lebih tinggi untuk berubah menjadi sirosis dan kanker hati.

  Dua: Definisi yang berbeda dari kembar tiga mayor dan minor

  Dalam tes hepatitis B dua-ke-satu, antigen permukaan hepatitis B (HBsAg), antibodi permukaan hepatitis B (HBsAb), antigen hepatitis B e (HBeAg), antibodi hepatitis B e (HBeAb) dan antibodi inti hepatitis B (HBcAb), di mana 1, 3 dan 5 positif, adalah kembar tiga mayor, sedangkan 1, 4 dan 5 positif untuk kembar tiga minor.

  Gejala kembar tiga mayor dan minor berbeda

  Triple Yang mayor: biasanya tidak ada gejala yang jelas, hanya beberapa orang yang mengalami ketidaknyamanan di area hati (di bawah sisi kanan dada, area yang ditutupi oleh tulang rusuk), rasa sakit yang samar-samar, kelemahan, kehilangan nafsu makan, mual dan keengganan terhadap minyak, diare, wajah dan urin berwarna kuning, dll.

  Tiga yang kecil: gejala utamanya adalah mual, anoreksia, kelelahan, demam, “tiga kuning” (kulit kuning, sklera, dan urin) dan gejala lainnya.

  4. Triple Yang mayor dan minor berbeda dalam hal penularan

  Secara umum, triple yang mayor lebih menular daripada triple yang minor, karena triple yang mayor positif untuk antigen hepatitis B e, yang berarti virus hepatitis B secara aktif mereplikasi dan karenanya lebih menular. Sebaliknya, kembar tiga minor adalah kebalikan dari kembar tiga mayor yang ada.

  V. Perbedaan hasil tes DNA virus hepatitis B

  Triple-positif mayor: pasien memiliki lebih banyak HBV-DNA positif, yang menunjukkan bahwa ada sejumlah besar virus di dalam tubuh, yang sangat replikatif dan menular.

  Tiga positif kecil: pasien dengan HBV-DNA yang lebih negatif menunjukkan lebih sedikit virus di dalam tubuh, tetapi jumlah virus di dalam tubuh pasien tiga positif kecil belum tentu lebih sedikit daripada pasien tiga positif besar.

  Tingkat keparahan hepatitis B tidak dapat dinilai berdasarkan kembar tiga mayor atau minor saja, tetapi harus dinilai berdasarkan fungsi hati, ultrasonografi, HBV-DNA, dan hasil tes terperinci lainnya. Triplet besar belum tentu lebih berbahaya daripada triplet kecil, dan sebaliknya triplet kecil belum tentu lebih aman daripada triplet besar.

  6. Waspada: Kembar tiga besar beracun, kembar tiga kecil berbahaya

  Kembar tiga mayor sangat menular, replikatif, dan memiliki viral load yang tinggi sehingga dianggap serius. Sementara kembar tiga kecil sering diabaikan karena penularannya yang kecil, dan juga termasuk rasa lega bagi pasien, tetapi penyakit hati tahap akhir malah tidak mudah terdeteksi dan menyebabkan konsekuensi yang lebih serius daripada kembar tiga besar. Oleh karena itu, kembar tiga besar dan kecil harus diperlakukan sama, selalu memperhatikan diri mereka sendiri, memanfaatkan kesempatan dan secara aktif memperlakukan mereka.

  Situasi spesifik harus diperiksa secara rinci di rumah sakit hati biasa, dan kondisinya harus dianalisis secara wajar sesuai dengan hasil pemeriksaan untuk menentukan replikasi virus, dan tindakan pengobatan.