Bagaimana cara memeriksa payudara saya sendiri vs. dengan instrumentasi?

1. Pemeriksaan payudara sendiri: pertama-tama, lihat: lihatlah seberapa simetris payudara secara bilateral, apakah puting susu diposisikan ke dalam dan apakah kulitnya cekung; Anda dapat memeriksanya dengan menempelkan tangan Anda ke cermin atau mengangkat tangan ke atas kepala. Sentuhan: Anda dapat berbaring telentang dan menyentuh payudara Anda secara bertahap searah jarum jam. Anda juga dapat melakukan ini di kamar mandi. Rasakan tekstur payudara, apakah ada benjolan, apakah ada simetri di kedua sisi, apakah ada cairan yang keluar dari puting, dan apakah ada pembesaran kelenjar getah bening di ketiak. Banyak penyakit payudara yang ditemukan oleh pasien sendiri. 2. Pemeriksaan instrumental konvensional: termasuk mamografi, mamografi + mammogram dan MRI payudara. Yang paling umum digunakan adalah mamografi dan mamografi. Tidak ada yang lebih baik dari yang lain, tetapi merupakan kesalahpahaman bahwa mamografi lebih akurat. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing dan keduanya perlu diperiksa. Mammogram biasanya lebih baik untuk kalsifikasi payudara, kelainan pada struktur payudara dan beberapa penyakit ganas. Namun, mamografi tidak dianjurkan untuk pasien dengan jaringan payudara yang lebih padat dan tebal atau untuk pasien dengan nyeri hebat atau payudara kecil; mamografi lebih akurat untuk menemukan nodul kecil tetapi tidak sensitif terhadap kalsifikasi seperti butiran halus. Oleh karena itu, biasanya disarankan agar pasien melakukan USG setiap 3-6 bulan sekali dan mamografi setahun sekali. MRI payudara lebih mahal dan oleh karena itu hanya direkomendasikan untuk pasien yang mampu. Duktografi payudara hanya diindikasikan untuk pasien dengan puting susu yang meluap. 3. Pemeriksaan payudara khusus: Pemeriksaan ini meliputi biopsi aspirasi jarum halus dan biopsi eksisi. Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan sifat benjolan.