Apa yang dimaksud dengan mati otak?

  1. Henti napas otonom.  2. Koma berat yang tidak dapat dipulihkan.  3. Hilangnya refleks batang otak 4. Ultrasonografi Doppler Transkranial (TCD) mendeteksi tanda-tanda khas osilasi bolak-balik aliran darah, yang menunjukkan penghentian aliran darah intrakranial secara total, yang dapat digunakan sebagai dasar diagnostik untuk kematian otak.  5. Elektroensefalogram (EEG) menunjukkan garis lurus yang datar. EEG harus diamati dengan cermat sesuai dengan protokol. Jika hasilnya datar dan lurus dalam waktu 12 jam (lebih dari 6 jam di antara setiap pengamatan), kematian otak dapat dipertimbangkan; jika EEG rawat jalan dapat dilakukan, garis datar dan lurus yang terus menerus hingga 6 jam dapat didiagnosis sebagai kematian otak.  6. Potensi yang ditimbulkan somatosensori (SEP), potensi yang ditimbulkan pendengaran batang otak (BAEP), dan potensi yang ditimbulkan visual (VEP) menunjukkan kondisi listrik saat istirahat yang datar.