Seperti apa bulimia nervosa itu?

  Kadang-kadang dia tiba-tiba makan lebih dari satu pon nasi dalam satu kali makan, ditambah dengan banyak daging dan sayuran, dan setelah selesai makan, dia berkeliling mencari makanan ringan untuk dimakan, sampai perutnya kembung dan dia muntah. Dia tahu bahwa ini tidak baik dan dia takut berat badannya bertambah, tetapi dia tidak bisa mengendalikannya. Kadang-kadang dia makan dengan normal dan kadang-kadang dia makan sangat sedikit. Setelah pemeriksaan mendetail, dokter menemukan bahwa gadis itu menderita bulimia.  Bulimia adalah episode makan berlebihan yang berulang, di mana seorang gadis makan banyak dalam waktu singkat dan tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri meskipun ia menyadari bahwa itu tidak normal, dan episode tersebut dapat diakhiri dengan ketidaknyamanan fisik, seperti sakit perut atau mual, diikuti dengan gangguan suasana hati, terkadang diikuti dengan muntah untuk mencegah kenaikan berat badan. Gangguan ini juga harus terlebih dahulu menyingkirkan minum dan makan berlebihan akibat gangguan somatik lainnya, seperti gangguan endokrin, epilepsi, dan lesi mesencephalic.  Penyebab pasti bulimia tidak sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa anak mungkin awalnya dipengaruhi oleh faktor psikologis, misalnya, ketika mereka kesepian, tertekan atau stres karena perselisihan keluarga atau tekanan akademis, makan membuat mereka merasa rileks, terhibur, dan bahagia untuk sementara waktu. Dalam jangka panjang, hal ini menyebabkan bulimia, yang menyebabkan pusat asupan makanan di otak menjadi tidak mampu mengendalikan asupan makanan, dan akhirnya menjadi tidak terkendali.  Anak-anak ini perlu mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin, dan sebagian besar dari mereka dapat membaik atau disembuhkan melalui pengobatan sistematis dan perawatan psikologis, seperti antidepresan, dan perawatan psikologis, seperti biofeedback, penguatan positif, desensitisasi sistematis, dan metode kognitif. Orang tua harus menciptakan lingkungan rumah yang harmonis dan santai, mendorong makan secara normal dan tidak terlihat terlalu khawatir dan cemas selama episode bulimia.