1. Kista sederhana: kista ini adalah yang paling umum di antara kista payudara, terutama karena kelainan endokrin yang menyebabkan hiperplasia epitel duktal dan peningkatan sel di dalam duktus, yang mengakibatkan perpanjangan duktus, berkelok-kelok dan melipat, dan nekrosis dinding duktus pada area lipatan akibat iskemia, membentuk kista. Penyakit ini paling sering terjadi pada wanita paruh baya dan ditandai dengan terbentuknya benjolan payudara berbentuk bulat telur. Kista dapat bersifat soliter atau multipel. Pada kasus soliter, benjolan sering tumbuh dengan cepat dan mudah disalahartikan sebagai kanker payudara. 2. Kista payudara: juga dikenal sebagai kista retensi susu, kista ini lebih jarang terjadi dibandingkan kista sederhana dan terutama disebabkan oleh penyumbatan saluran selama menyusui, sehingga menyebabkan stasis susu dan membentuk kista. Kista dapat ditemukan di bagian mana pun pada payudara, tetapi paling sering terjadi pada bagian yang lebih dalam dari payudara. Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita usia subur dan sering terjadi selama atau setelah kehamilan dan menyusui, dengan benjolan pada payudara sebagai gejala klinis utama. 3. Kista retensi: yaitu kista yang mengandung cairan dalam jumlah besar.