Apa yang dimaksud dengan benjolan keras di payudara?

Benjolan keras pada payudara kemungkinan besar dianggap sebagai benjolan besar pada payudara, tetapi tentu saja, ketika melakukan pemeriksaan payudara sendiri, benjolan keras dapat disalahartikan sebagai benjolan keras jika dilakukan dengan cara yang tidak benar. 1. Kejadian benjolan keras pada payudara yang paling sering terjadi adalah ketika terdapat benjolan jinak atau ganas pada payudara. Benjolan jinak pada payudara paling sering dikenal sebagai fibroid payudara, dan benjolan keras yang disebabkan oleh penyakit ini umumnya dapat disentuh dengan cara menggeser dan bergerak di bawah kulit payudara, yang relatif halus dan tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti saat disentuh, dan garis besar benjolan keras tersebut dapat disentuh dengan sangat jelas. Pada beberapa wanita, akibat hiperplasia kistik payudara yang lebih parah, beberapa jaringan hiperplastik ini dapat menjadi tumor dan juga dapat terlihat seperti benjolan keras saat disentuh. Ada juga penyakit ganas yang lebih serius yang perlu diwaspadai, yaitu kanker payudara yang tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi juga pada pria. Tumor ganas ini menyebabkan benjolan keras pada payudara, yang tidak hanya bertekstur keras, tetapi juga memiliki tampilan yang keras dan tidak dapat digerakkan, terkadang dengan permukaan seperti kulit jeruk karena pertumbuhan infiltratif. Selain itu, ada juga beberapa benjolan radang payudara yang tidak berwarna merah atau bengkak pada permulaan awal, dengan tekstur yang keras dan keras serta mobilitas yang buruk, dan mudah disalahartikan sebagai kanker payudara, sehingga memerlukan diferensiasi spesialis dan, jika perlu, dilakukan tusukan patologis untuk mendapatkan diagnosis yang jelas. 2. Beberapa orang tidak memiliki masalah dengan payudaranya, tetapi mereka menggunakan tangan mereka untuk menggenggam dan mencubitnya saat merabanya, alih-alih menyatukan jari-jarinya dan merabanya dengan rata, yang mengakibatkan massa jaringan yang keras teraba dan terjepit. Jenis benjolan positif palsu ini, yang disebabkan oleh pendekatan palpasi yang tidak tepat, juga sering terjadi. Ketika benjolan keras muncul di payudara, penting untuk memeriksakannya terlebih dahulu oleh tenaga medis profesional untuk menentukan bentuk, tekstur, dan mobilitas benjolan secara umum, dan kemudian melakukan tes yang diperlukan untuk memperjelas kondisinya.