Apa saja tes untuk tumor tiroid?

  1. Dalam riwayat medis, perhatikan waktu penemuan tumor, lokasi awal dan tingkat pertumbuhan, adanya gejala seperti tekanan trakea dan esofagus, batuk dan suara serak, adanya hipertiroidisme, adanya petugas pengobatan radiasi kepala dan leher, dan riwayat keluarga.  2. Pada pemeriksaan fisik, perhatikan bahwa tumor terletak di satu lobus atau seluruh kelenjar tiroid, dan catat secara akurat ukuran, bentuk, mobilitas, kekerasan dan tingkat gerakan naik-turun selama menelan. Periksa hubungan antara tumor dan jaringan serta organ yang berdekatan (misalnya, klavikula, arteri karotis, esofagus, trakea, laring, dll.). Periksa apakah kelenjar getah bening serviks membesar dan catat secara rinci jumlah, lokasi, sifat dan mobilitasnya.  3. Jika perlu, lakukan pemeriksaan sinar-X pada leher dan dada untuk mengamati posisi, arah dan derajat perpindahan laring dan trakea, dan untuk menentukan apakah tumor telah meluas ke sternum posterior dan bermetastasis ke paru-paru.  4. Jika diagnosis tidak mudah dikonfirmasi, tes berikut dapat dilakukan: USG, pemindaian nuklir tiroid; pengukuran antibodi anti-tiroglobulin serum, antibodi mikrosomal anti-tiroid, imunoglobulin, T3, T4, tiroglobulin (Tg), TSH, dll.  5. Periksa sedimentasi darah, kalsium darah, kalsium urin, kalsitonin, dll. Jika perlu.  6. Mintalah konsultasi otorhinolaringologi untuk memeriksa posisi dan fungsi pita suara.  7. Perhatikan diferensiasi tumor ganas dari tiroiditis kronis, gondok nodular, dll. Jika perlu, lakukan sitologi aspirasi jarum halus atau biopsi bedah.