Manifestasi gangguan kognitif pada infark serebral

Gangguan kognitif akibat infark serebral disebut gangguan kognitif vaskular, dan apabila gangguan ini signifikan sampai tingkat tertentu, maka disebut demensia vaskular. Pasien berusia di atas 60 tahun dan memiliki riwayat stroke yang khas dengan perkembangan penyakit secara bertahap. Pasien memiliki gangguan kognitif yang khas, terutama dalam bentuk gangguan yang signifikan dalam fungsi eksekutif, dengan penurunan yang nyata dalam kemampuan pasien untuk menetapkan tujuan, berpikir abstrak dan menyelesaikan konflik, kurangnya perencanaan, inisiatif, dan kurangnya organisasi. Sering juga terjadi gangguan memori dekat, yang dimanifestasikan oleh kecenderungan untuk melupakan hal-hal yang baru saja terjadi, sementara memori jauh relatif dapat dipertahankan. Ada juga penurunan yang nyata dalam berhitung, dengan seringnya kesulitan dalam menghitung rumus yang rumit dan terkadang ketidakmampuan untuk melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian sederhana. Pasien juga sering mengalami gejala kejiwaan, yang bermanifestasi sebagai kecemasan atau depresi, terkadang dengan ekspresi acuh tak acuh, berkurangnya kemampuan bicara atau euforia.