Alergi kulit mengacu pada kerentanan pasien terhadap gejala neurosensori seperti gatal dan peradangan kulit sebagai respons terhadap berbagai faktor lingkungan. Yang disebut “dermatitis atopik” mencakup berbagai penyakit, yang dijelaskan secara singkat di bawah ini. Dermatitis kontak adalah penyakit radang kulit akut atau kronis yang disebabkan oleh kontak dengan zat tertentu, dan dapat terjadi di lokasi kontak mana pun. Dermatitis kontak iritan sering kali disebabkan oleh bahan iritan kimiawi. Bahan iritan yang umum termasuk dekontaminasi, sediaan asam dan basa, pelarut industri, dan tanaman tertentu. Kontak dengan bahan iritan yang kuat ini menyebabkan kesemutan, rasa terbakar dan gatal yang cepat pada kulit, eritema yang jelas di tempat kontak, edema dan, dalam kasus yang parah, melepuh, erosi dan nekrosis di atas eritema. Dermatitis kontak alergi sering dipicu oleh alergen, yang kompleks dan bervariasi, termasuk logam, obat-obatan, pewarna, produk karet, disinfektan, dan wewangian pada beberapa kosmetik. Biasanya diperlukan waktu sekitar satu minggu bagi pasien untuk menjadi peka setelah paparan awal terhadap alergen, dan ketika terpapar kembali dengan alergen, edema eritematosa yang terdefinisi dengan baik dengan letusan yang melepuh atau papular, atau pada kasus yang parah, lepuhan, vesikula, dan keluarnya cairan dapat dengan cepat muncul. Gejala utama pasien adalah rasa gatal yang hebat dan bukan rasa sakit. Kedua jenis dermatitis ini terkadang tidak dapat dibedakan secara klinis dan sering kali hidup berdampingan, dalam hal ini dokter sering kali mendiagnosis dermatitis kontak. Perlu dicatat bahwa kejadian dermatitis kontak iritan jauh lebih tinggi daripada dermatitis kontak alergi dalam praktik klinis, sehingga sebagian besar dermatitis alergi yang sering kita dengar adalah dermatitis kontak iritan dan bukan alergi. 2. Eksim Terkait dengan genetika dan konstitusi Semua jenis dermatitis non-infeksius pruritus kronis yang berulang dapat disebut eksim, termasuk eksim atopik (dermatitis) dan eksim non-atopik (dermatitis). Eksim berbeda dengan dermatitis kontak karena sering kali memiliki komponen fisik atau genetik intrinsik dan biasanya tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat sembuh seiring berjalannya waktu. Eksim atopik (dermatitis) sering kali berkembang pada masa kanak-kanak, dan sebagian kecil orang mengalaminya saat dewasa. Penyakit ini biasanya ditandai dengan rasa gatal yang hebat dan kekeringan pada kulit. Ruamnya bersifat polimorfik, yaitu beberapa lesi seperti eritema, papula, dan lesi berlumut dapat muncul pada saat yang sama, sering kali melibatkan lipatan atau area lentur pada tubuh dan sering kali menyebar ke seluruh tubuh. Penelitian terbaru menemukan bahwa pasien dengan penyakit ini memiliki fungsi protein penghalang kulit yang rusak, yang memungkinkan iritasi atau alergen melewati epidermis dan mengundang infeksi Staphylococcus aureus, yang mengakibatkan respons inflamasi kulit yang bersifat imun dan respons inflamasi kulit yang bersifat neurogenik, yang mengarah pada lingkaran setan gatal-garuk-dermatitis. Langkah penting dalam pengobatan adalah mengendalikan rasa gatal. Dalam kehidupan sehari-hari, pasien harus menghindari air panas, kebiasaan menggaruk, dan penggunaan peralatan mandi yang bersifat basa. 3. Kulit sensitif (sindrom) Penggunaan kosmetik yang tidak tepat Kulit sensitif (sindrom) disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk faktor fisik (sinar matahari, sinar ultraviolet, panas, dingin, angin), faktor kimiawi (kosmetik, sabun, air, polutan), faktor psikologis (stres, emosi), hormon internal (siklus haid wanita), perubahan pola makan (cabe, anggur) yang memicu rasa gatal, rasa terbakar, kesemutan, parestesia. Gatal, rasa terbakar, perih, kesemutan dan gejala lainnya, beberapa di antaranya disertai eritema dan kulit kering. Kondisi ini tidak hanya ditemukan pada wajah, tetapi juga dapat memengaruhi kulit kepala, tangan, dan perineum. Kulit sensitif dikaitkan dengan gaya hidup modern, dan timbulnya banyak pasien yang rentan ini terkait erat dengan penyalahgunaan atau penggunaan kosmetik, produk perawatan kulit, pewarna rambut, dan produk lain yang tidak rasional, serta penyakit tertentu seperti eksim atopik, gejala awal rosacea, dan stres mental.