(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah dan informasi yang relevan dalam konten berikut ini telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Abstrak: Pasien, seorang pria muda berusia 27 tahun, datang 3 hari yang lalu dengan sakit kepala yang parah dengan rasa sakit yang hebat, yang dimanifestasikan oleh distensi kepala yang terus-menerus dan ketegangan pada otot-otot kepala dan leher. Ia meminum obat penghilang rasa sakit dengan hasil yang buruk dan dilarikan ke rumah sakit. Pemeriksaan CT tengkorak lengkap tidak menunjukkan adanya kelainan yang signifikan. Dikombinasikan dengan gejala pasien dan riwayat medis sebelumnya, pasien dianggap menderita sakit kepala neuropatik dan diberi obat simtomatik, yang secara bertahap meredakan sakit kepala.
Informasi dasar】Pria, 27 tahun
Jenis penyakit】Sakit kepala karena gugup
Rumah Sakit】Rumah Sakit Ketiga Provinsi Shandong
Tanggal Konsultasi】Desember 2021
Rencana perawatan】 Obat (tablet karbamazepin, tablet petidin hidroklorida, tablet baclofen)
Periode Perawatan】 Perawatan rawat jalan, tindak lanjut setelah 1 bulan
Efek pengobatan】Kondisi stabil, tidak ada ketidaknyamanan khusus
I. Konsultasi awal
Pasien mudah tersinggung saat datang ke klinik. Dia menggambarkan dirinya mengalami sakit kepala yang parah 3 hari yang lalu karena stres di tempat kerja, yang semakin memburuk. Suhu tubuh normal dan tidak ada gejala lain. Karena sakit kepala dan kurang istirahat di malam hari, ia minum obat pereda nyeri oral seperti kapsul ibuprofen, yang tidak efektif, dan datang ke klinik. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit tertentu sebelumnya dan pemeriksaan neurologis: tidak ada tanda-tanda positif yang signifikan. Diagnosis rawat jalan: sakit kepala neuropatik. Pasien disarankan untuk minum obat dan kontrol secara teratur. Pasien menyatakan mengerti dan bekerja sama dengan pengobatan.
(CT Kranio-serebral)
II. Riwayat pengobatan
Sakit kepala pasien sangat parah, terutama bermanifestasi sebagai nyeri tumpul dan menegang, disertai rasa kebas dan sesak pada kulit kepala. Klinik rawat jalan menyelesaikan pemeriksaan CT tengkorak tanpa ada kelainan yang signifikan, tidak termasuk penyakit organik intraserebral. Pasien diberikan tablet karbamazepin, tablet petidin hidroklorida dan tablet baclofen sebagai pengobatan antispasmodik dan gejala. Pasien diberitahu bahwa sakit kepala neuropatik biasanya berhubungan dengan ketegangan mental, kecemasan, kegembiraan emosional, begadang, aktivitas fisik, terpapar angin dan dingin, dll. Oleh karena itu, perlu diperhatikan untuk melepaskan emosi dan lebih banyak beristirahat dalam hidup.
III. Efek pengobatan
Pasien diberikan tablet karbamazepin, tablet petidin hidroklorida dan tablet baclofen sebagai pengobatan simtomatik untuk gejala sakit kepalanya. Pasien sangat puas dengan hasil perawatannya.
IV. Catatan
Kami senang bahwa sakit kepala pasien telah berkurang dengan pengobatan, tetapi karena beratnya sakit kepala dan ketegangan pada otot kepala dan leher, obat pelemas otot seperti tablet baclofen harus diberikan dan sakit kepala harus dipantau secara ketat untuk pengurangannya selama pengobatan. Pasien juga harus dipantau untuk mengetahui tekanan darah, ketidaksadaran, mual dan muntah, dan jika gejala-gejala ini muncul, maka harus dibedakan dengan ensefalitis dan dilakukan pemeriksaan cairan intraserebrospinal. Selama masa pengobatan, pasien harus berhenti merokok dan minum, menghindari begadang dan mengejan, menjaga kestabilan emosi, lebih banyak istirahat, mengurangi kerja mental, dan pola makan harus ringan, minum lebih banyak air putih, serta menghindari makanan yang pedas dan merangsang, makanan berminyak untuk membantu penyakit membaik dan pulih.
V. Wawasan pribadi
Saat ini, kaum muda bekerja di bawah tekanan besar dan memiliki lebih banyak pekerjaan mental, dan lebih banyak pasien yang mengalami sakit kepala dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Jika sakit kepala terus berlanjut dan tidak dapat diredakan, Anda harus secara aktif pergi ke rumah sakit untuk meningkatkan MRI kranial, EEG dan tes terkait lainnya untuk menyingkirkan patologi intraserebral. Dokter harus berhati-hati dalam merawat pasien dengan sakit kepala untuk menghindari diagnosis yang terlewatkan seperti tumor otak, hemangioma otak, ensefalitis, dll. Meskipun pekerjaan itu penting, kesehatan fisik juga penting. Pasien harus memperhatikan penyesuaian kebiasaan gaya hidup mereka, sehingga pendekatan dua cabang ini dapat membantu mencapai tubuh yang sehat serta pekerjaan yang lebih baik. Dalam kasus ini, pasien mengalami serangan sakit kepala yang sering dan parah karena jadwal kerjanya yang padat, dan setelah menasihatinya untuk menyesuaikan kebiasaan gaya hidupnya, sakit kepala tidak kambuh lagi.