Bagaimana cara mencegah mimisan?

  Epistaksis adalah salah satu gejala klinis yang umum terjadi, umumnya dikenal sebagai rinorea. Hal ini dapat disebabkan oleh penyakit hidung atau penyakit sistemik. Sebagian besar terjadi secara unilateral, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, perdarahan hidung bilateral dapat terjadi. Jumlah perdarahan bervariasi, mulai dari darah dalam ingus pada kasus yang ringan hingga syok hemoragik pada kasus yang berat, dan perdarahan hidung yang berulang dapat menyebabkan anemia. Ketika darah keluar dari hidung dari saluran yang jernih, ini disebut epistaksis. Ini adalah kondisi yang umum terjadi. Hal ini terutama disebabkan oleh panasnya paru-paru, lambung dan hati, yang memaksa darah untuk bergerak, sehingga darah meluap dari saluran yang jernih dan mengalir keluar dari lubang hidung menjadi epistaksis. Epistaksis juga dikenal sebagai epistaksis. Ketika jumlah epistaksis banyak, hal ini juga dikenal sebagai nasal flooding atau epistaksis hidung.  Perhatian harus diberikan pada pencegahan pendarahan hidung selama waktu normal. Langkah-langkahnya meliputi: 1. Jaga agar ruangan tetap tenang dan bersih, dan suhunya harus sesuai. Jaga agar udara di dalam ruangan tetap segar, buka jendela dengan benar untuk ventilasi, dan suhu harus dijaga pada 18 hingga 20°C. Karena udara terlalu kering untuk menyebabkan pendarahan hidung, kelembapan udara harus ≥ 60%.  2. Lansia harus bergerak perlahan saat beraktivitas, tidak membuang ingus dengan paksa, dan menghentikan batuk secara simtomatis.  3, Diet harus lembut dan mudah dicerna, makan lebih banyak buah dan sayuran, hindari makanan pedas dan merangsang, dan jaga agar usus tetap terbuka, dan berikan obat pencahar bagi mereka yang mengalami sembelit.  4, Pasien lansia dengan epistaksis sebagian besar disertai dengan hipertensi, penyakit jantung koroner dan bronkitis, dll. Mereka harus secara teratur mencegah dan mengendalikan penyakit asli dan harus diobati sesuai dengan penyebabnya, terutama untuk pasien dengan hipertensi, yang harus mengontrol tekanan darah mereka ke tingkat normal atau mendekati normal sesegera mungkin, amati perubahan kondisinya dan pergi ke rumah sakit tepat waktu.  5. Untuk anak-anak dengan epistaksis, kebiasaan buruk yang dapat dengan mudah menyebabkan kerusakan mukosa, seperti mengorek hidung, menggosok hidung, dan memasukkan benda asing ke dalam hidung, harus diperbaiki.