Epistaksis, juga dikenal sebagai epistaksis, adalah gejala klinis yang umum terjadi, bervariasi dari satu penyebab ke penyebab lainnya, sebagian besar unilateral atau bilateral, dan dapat bersifat intermiten dan berulang atau menetap. Gejala dan pengobatan epistaksis bervariasi dari satu penyebab ke penyebab lainnya. Oleh karena itu, jika Anda ingin menangani epistaksis dengan lebih baik, Anda harus terlebih dahulu memahami penyebabnya sebelum dapat mengobatinya lebih lanjut. Penyebab utama epistaksis adalah sebagai berikut: 1. Kelainan darah: (1) Kelainan pada kuantitas atau kualitas trombosit. ② Kelainan pada mekanisme pembekuan darah. 2. Penyakit infeksi akut. 3. Penyakit kardiovaskular: (1) Tekanan darah tinggi: misalnya hipertensi, arteriosklerosis, nefritis, eklampsia dengan hipertensi, dll. ② Peningkatan tekanan vena: misalnya stenosis mitral, massa besar di dada atau mediastinum dan leher, emfisema, edema paru dan bronkopneumonia, dll. 4, kekurangan vitamin: vitamin C, K, P dan elemen jejak seperti kekurangan kalsium, rentan terhadap rinorea. 5. Keracunan bahan kimia dan obat: Keracunan fosfor, merkuri, arsenik, dan benzena dapat merusak fungsi sistem hematopoietik dan menyebabkan epistaksis. Penggunaan obat asam salisilat dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan protrombin dan mudah mengalami perdarahan. 6. Gangguan endokrin: menstruasi kompensasi dan aura rhinorrhea sering terjadi selama masa pubertas, sebagian besar disebabkan oleh penurunan kandungan estrogen dalam darah, yang mengakibatkan vasodilatasi pada mukosa hidung.