Mitos 1: Penyalahgunaan obat pencahar dan produk pencahar Ada banyak jenis obat pencahar dan produk pencahar yang beredar di pasaran, tetapi kebanyakan hanya dapat digunakan sebagai pereda gejala sementara dan tidak dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Bahaya penggunaan obat pencahar dan produk yang tidak aman dalam jangka panjang antara lain: gangguan fungsi buang air besar secara sukarela, melanosis kolorektal, ketergantungan obat, gangguan keseimbangan air dan elektrolit, gangguan penyerapan nutrisi, dan kerusakan hati dan ginjal secara farmakologis. Kesalahpahaman 2: Enema, Keserol Enema, Keserol melalui rangsangan buatan pada reseptor dinding usus, memicu refleks buang air besar, sehingga reseptor dinding usus semakin tidak peka terhadap perubahan volume, begitu keluar dari rangsangan enema dan keserol, gejala sembelit semakin parah. Contoh produk yang umum: berbagai enema, pembuka botol, mesin hidroterapi, douche, dan sebagainya. Mitos tiga: obat Cina pencahar tidak memiliki efek samping Obat Cina pencahar adalah pencahar yang paling banyak disalahgunakan, obat semacam ini di masa lalu dianggap tidak memiliki efek samping toksik, tetapi penelitian modern telah menunjukkan bahwa: obat Cina pencahar seperti rhubarb, lidah buaya, biji cassia, senna, He Shouwu, dll., bahan aktif utama untuk zat antrakuinon, zat-zat ini dapat merusak saraf otot polos usus, munculnya kerusakan ireversibel pada fungsi usus, adalah penyebab klinis dari “Kolon pencahar” “melanosis kolon (lesi prakanker)” adalah penyebab paling langsung.