Banyak pasien berpikir bahwa rinitis alergi hanyalah masalah bersin-bersin dan hidung meler sesekali, dan itu tidak banyak mempengaruhi kehidupan mereka. Namun, anggapan ini harus dikoreksi karena rinitis alergi bukanlah masalah kecil. Setelah berkembang menjadi bentuk sedang hingga parah, gejala hidung dapat kambuh, mempengaruhi pekerjaan dan belajar di siang hari dan membuat pasien tidak mungkin untuk tidur di malam hari, membuat mereka sengsara. Selain itu, rinitis alergi dapat dipersulit oleh asma alergi, konjungtivitis alergi, dan otitis media, yang dapat secara serius mempengaruhi kualitas hidup jika tidak diobati. Mengapa rinitis alergi cenderung kambuh? Rinitis alergi rentan terhadap serangan berulang karena, di satu sisi, hal ini terkait dengan faktor lingkungan. Pasien dengan alergi memiliki reaksi alergi terhadap alergen, dan paparan alergen selanjutnya dapat memicu gejala, seperti serbuk sari di musim semi dan musim gugur, dan tungau debu dan jamur sepanjang tahun. Di sisi lain, rinitis alergi juga rentan terhadap kambuh jika pasien tidak diobati secara teratur atau jika obat tidak diberikan sesuai dengan saran medis. Apakah ada cara untuk menyembuhkannya sepenuhnya? Saat ini, tidak ada obat untuk rinitis alergi, tetapi dapat dikontrol secara efektif dengan pengobatan standar dan, jika perlu, imunoterapi, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien. Obat adalah pengobatan simtomatik yang mengurangi gejala tidak nyaman pasien seperti bersin-bersin, pilek, hidung tersumbat, dan hidung gatal. Imunoterapi adalah pengobatan allopathic yang dapat mengurangi serangan rhinitis dengan mengatur fungsi kekebalan tubuh, mencapai toleransi kekebalan tubuh terhadap alergen, dan mengurangi sensitivitas pasien terhadap alergen.