Rahim, tentu saja, merupakan tokoh utama dan nomor satu dalam buku ini. Seperti namanya, rahim adalah istana di dalam tubuh wanita di mana keturunannya tinggal sementara, tersembunyi jauh di dalam pusat panggul di perut bagian bawah dan dilindungi oleh lingkaran tulang (panggul). Jadi, siapakah sosok protagonis yang belum terungkap ini? Bagaimana penampilannya? Seberapa besar itu? Mari kita lihat wajah asli sang wanita dengan mengibaskan tirai secara lembut! Dalam mitologi Tiongkok kuno, dunia kacau yang ada sebelum Pan Gu membuka langit dan membuka bumi mungkin merupakan kenangan samar-samar dari kehidupan manusia di Matrix. Tempat seperti apa yang ditinggali manusia di dalam tubuh ibu sebelum ia datang ke dunia yang aneh dan penuh bunga ini? Aku berkata kepadamu, itu adalah rahim. Rahim adalah organ reproduksi internal wanita yang memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup seorang wanita dan dalam reproduksi manusia: Rahim adalah tempat berkembangnya janin manusia dan merupakan tempat lahirnya siklus biologis bulanan wanita (menstruasi). Kedua keterampilan ini sudah cukup untuk menjadikannya simbol tubuh wanita yang paling khas! Inilah mengapa kami dengan hormat menyebutnya “Ibu Rahim”. Di manakah Womb Lady tinggal? Secara sederhana, ini terletak di bagian dalam perut (panggul) di bawah pusar yang indah, sedikit lebih tinggi, dan dikelilingi oleh cincin tulang yang kokoh (panggul). Panggul adalah struktur seperti keranjang buah yang melindungi rahim dengan segala cara. Janin harus beradaptasi dengan bentuk panggul ketika meninggalkan tubuh ibu, dan membutuhkan jalan yang agak berliku untuk dilahirkan. Di depan rahim terdapat kandung kemih, tempat penyimpanan air seni, dan di belakang rahim terdapat rektum, tempat buang air besar. Meskipun kandung kemih, rahim, dan rektum berhubungan erat dari depan ke belakang, mereka termasuk dalam “divisi” yang berbeda: sistem kemih, sistem reproduksi, dan sistem pencernaan. Pada manusia, hewan tingkat tinggi, ketiga sistem ini terpisah, sedangkan pada beberapa hewan tingkat rendah (seperti ayam dan bebek), saluran keluar dari ketiga sistem tersebut digabungkan dan disebut ‘kloaka’. Penampilan induknya tidak tertutup, rahimnya menyerupai pir bebek terbalik (harap diperhatikan bahwa ini adalah pir bebek utara, bukan pir salju), atau ada juga yang mengatakan lebih mirip bola lampu pijar yang berdiri. Bagian atas yang besar disebut “badan rahim” dan bagian bawah yang kecil disebut “leher rahim”. Leher rahim terbuka sebagian di dalam vagina dan berdiameter sekitar selebar dua hingga tiga jari berdampingan (3cm-5cm) dan dapat dilihat oleh dokter dengan bantuan instrumen khusus. Tidak banyak yang dapat dikatakan tentang serviks untuk saat ini, tetapi nanti akan ada cerita besar tentang peristiwa besar dan kecil (lesi serviks dan kanker serviks) yang terjadi pada sebidang tanah persegi ini. Di sisi lain, tubuh rahim terletak sepenuhnya di dalam rongga panggul dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, dan seorang wanita juga tidak dapat merasakannya sendiri dalam keadaan normal, sedangkan dokter dapat merasakannya melalui pemeriksaan ginekologi. Tetapi jika menyangkut tubuh rahim, sudah pasti wanita yang bisa menekuk dan meregang. Saat tidak hamil, rahim berukuran satu atau dua kali lebih kecil dari kepalan tangan wanita (tinggi sekitar 6 cm, lebar 5 cm, dan tebal 4 cm); sedangkan saat hamil, rahim dapat membengkak hingga beberapa kali lipat lebih besar dari bola basket, atau seperti semangka dengan berat sekitar 30 kg (berdiameter sekitar 20 cm). Jika rahim tumbuh tumor (fibroid), tumor ini bisa sangat gemuk sehingga memenuhi seluruh rongga perut dan beratnya bisa mencapai puluhan kilogram. Sebenarnya, rahim bukanlah benjolan padat seperti buah pir, melainkan sebuah organ dengan rongga di tengahnya. Rongga di tengah disebut “rongga rahim”, dan ini adalah tempat di mana janin berkembang di dalam tubuh ibu, rangkaian ruangan pertama yang dimiliki setiap orang. Sang Pencipta itu adil, dan tidak peduli betapa berbedanya manusia di dunia saat ini, dari mereka yang tinggal di rumah-rumah mewah hingga mereka yang tinggal di bawah tanah, kondisi kehidupan pada dasarnya sama hingga mereka dilahirkan. Permukaan bagian dalam rumah ini, yang dikenal sebagai ‘rongga rahim’, dilapisi dengan lapisan selaput jaringan yang disebut ‘endometrium’, yang tebalnya bisa mencapai hampir 2 cm. Fungsi endometrium tidak dapat diremehkan, karena endometrium merupakan tanah subur tempat benih emas (sel telur yang telah dibuahi) yang berkembang menjadi janin dapat tumbuh subur selama kehamilan, dan pada tahun-tahun muda dan penuh gairah (tahun-tahun subur) saat tidak terjadi kehamilan dan persalinan, selaput ini akan luruh sebulan sekali dan dikeluarkan melalui vagina untuk membentuk siklus menstruasi. Dinding rumah ini, jaringan yang membentuk rongga rahim, disebut “miometrium” dan terdiri dari tiga lapisan otot (otot polos rahim) yang tersusun ke berbagai arah dalam pola yang teratur: cincin dalam, longitudinal luar, dan silang tengah. Susunan inilah yang membuat rahim begitu kuat dan luar biasa dapat diregangkan. Bagian luar dinding rahim juga ditutupi oleh selaput yang disebut “membran plasma”. Selaput ini sangat tipis sehingga tidak dapat dibedakan dengan peritoneum, yang menutupi permukaan kandung kemih dan saluran usus.