Pengetahuan tentang infertilitas pria

Definisi Infertilitas Pria Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, infertilitas pria didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana pasangan suami-istri telah hidup bersama selama lebih dari satu tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi apa pun, dan wanita tidak subur karena faktor pria. Infertilitas pria bukanlah suatu penyakit yang berdiri sendiri, tetapi merupakan hasil dari satu atau banyak penyakit dan/atau faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksuburan pria 1, durasi ketidaksuburan Dalam keadaan normal, pasangan dengan kesuburan normal memiliki tingkat kehamilan sebesar 20% hingga 25% dalam satu bulan, 75% dalam enam bulan, dan 90% dalam satu tahun. Jika durasi ketidaksuburan lebih dari 4 tahun, tingkat kehamilan bulanan hanya 1,5 persen. 2, infertilitas primer atau sekunder Infertilitas primer pada pria sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya spermatogenesis atau gangguan, dan juga dapat disebabkan oleh kelainan perkembangan bawaan. Ketidaksuburan pria sekunder sebagian besar disebabkan oleh faktor yang didapat, termasuk cedera medis, infeksi sistem reproduksi, dan sebagainya. Sering kali, kesuburan dapat dipulihkan melalui pengobatan atau seseorang dapat memperoleh keturunannya sendiri melalui teknologi reproduksi berbantuan. 3. Analisis air mani merupakan dasar yang penting untuk menilai kesuburan pria, dan hasil yang tidak normal mengindikasikan berkurangnya kesuburan. Parameter air mani yang paling erat kaitannya dengan kesuburan adalah jumlah sperma total dan viabilitas, sedangkan tes morfologi sperma merupakan acuan penting untuk memprediksi tingkat keberhasilan fertilisasi in vitro-transfer embrio. 4. Usia dan kesuburan pasangan wanita Kesuburan pasangan wanita pada usia 35 tahun adalah 50% dari usia 25 tahun, menurun menjadi 25% pada usia 38 tahun, dan selanjutnya dapat menurun hingga kurang dari 5% pada usia 40 tahun. Terlepas dari kemajuan dan optimalisasi berbagai teknologi reproduksi berbantuan, usia wanita masih menjadi salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi tingkat keberhasilan kehamilan.