Penderita rinitis alergi sering kali merasa benci sekaligus tak berdaya ketika berhadapan dengan alergen, bahkan jika Anda memiliki semua keterampilan, tidak ada yang dapat Anda lakukan, seperti halnya pesawat terbang yang kuat dan bertenaga, tetapi juga takut pada burung kecil. Nah, jika kita tidak mampu mengotak-atiknya, kita bisa bersembunyi darinya. Jadi, ketika kita menghadapi serangan alergen, “serangan balik terkuat” adalah mempraktikkan “kerja ringan” dan melarikan diri, lalu berbalik dan memberikan tatapan kosong dan berkata, “Ayo, tangkap aku! ”
Ada banyak zat yang bertindak sebagai alergen, dan dibagi ke dalam kategori berikut menurut jalur masuknya.
1. Inhalan: debu rumah, serbuk sari, jamur, tungau, bulu, bulu binatang, kapas, kosmetik, dll.
2. Zat yang tertelan: seperti telur, susu, ikan, gandum, dll. Obat-obatan seperti asam salisilat, barbiturat, sulfa, dll.
3 . Suntikan: ada serum dan antibiotik, dll. Injeksi intravena memiliki reaksi yang lebih cepat dan lebih parah daripada injeksi subkutan.
4, bahan kontak: obat topikal, cat, tanaman, kosmetik, dll., sering kali disebabkan oleh alergi terhadap dermatitis kontak.
5. Bakteri: Beberapa reaksi alergi disebabkan oleh fokus, yang utama adalah amandel, hidung. sinus, gigi dan jaringan periodontal, vagina, prostat, kandung empedu, dll.
6. Alergen endogen (alergen): alergen yang dihasilkan sendiri di dalam tubuh, seperti metabolit tertentu, atau protein jaringan yang terdenaturasi, dll.
Setelah kita mengetahui siapa musuhnya, bagaimana kita bisa menghindarinya?
A. Perhatikan detail kehidupan
1. Tutup jendela mobil atau ruangan Anda selama musim serbuk sari atau musim berdebu;
2. Singkirkan alergen, termasuk hewan peliharaan, asap, dan bahkan bunga atau perabotan yang mencurigakan;
3. Gunakan AC dengan filter pembersih udara untuk menghilangkan serbuk sari (tetapi tidak dapat menyaring debu);
4. Gunakan termostat untuk mengurangi kelembapan di dalam ruangan, sebaiknya di bawah 50%;
5. Perbaiki ruang bawah tanah yang lembap, ventilasi udara dan kamar mandi serta singkirkan bunga dan tanaman dari rumah atau balkon;
6. Jaga ruangan tetap bersih dan bebas debu untuk mengurangi alergen, dengan menyedot debu sesering mungkin;
7. Gunakan sprei dan perlengkapan tidur yang tidak menyebabkan alergi di kamar tidur, seperti kasur dan bantal yang kedap udara, serta seprai dan sarung bantal yang lebih fleksibel, dan cuci seprai dan sarung bantal dengan air panas setiap minggu;
8. Kemaslah barang-barang kecil seperti buku, kotak rekaman, CD, compact disc, dan mainan hewan berbulu karena semuanya sangat rentan terhadap debu dan dapat menyebabkan alergi.
9. Jangan minum obat berlebihan untuk mengurangi gejala. Jika Anda mengalami refluks asam lambung, jangan makan sebelum tidur dan jaga agar bantal tetap tinggi, dan minum antasida di bawah pengawasan medis.
10. Perhatikan kebersihan hidung dan sering-seringlah mencuci rongga hidung.
11 . Memperkuat latihan fisik di luar ruangan untuk meningkatkan kebugaran fisik.
II. Mengendalikan timbulnya jamur dan lumut dalam ruangan
1 . Bersihkan dengan pemutih, gunakan pemutih atau bahan pembersih lainnya untuk membersihkan kamar mandi dan tempat sampah yang disebutkan di atas;
2 . Jika timbul jamur pada pakaian, buanglah sesegera mungkin, atau perlakukan sebagaimana mestinya untuk menghilangkan jamur;
3 . Jaga agar karpet tetap kering, dan jaga agar buku, koran, dan pakaian tetap kering dan berventilasi baik, dan makanan harus disimpan dengan benar untuk mencegah jamur;
4. Sebaiknya tidak menempatkan tanaman yang menyukai naungan yang membutuhkan penyiraman yang sering di dalam kamar dan balkon, karena tanah yang lembab dapat menyimpan banyak jamur;
5. Bunuh kecoak dan hama lainnya secara menyeluruh.