Gejala dan pengobatan sklerosis pembuluh darah otak

Sklerosis pembuluh darah otak dapat muncul dengan gejala seperti sakit kepala dan pusing, kehilangan memori, dan gangguan kesadaran. Penanganan yang paling penting adalah pengobatan dan perbaikan kebiasaan gaya hidup. Angiosklerosis serebral disebabkan oleh aterosklerosis pembuluh darah yang menyebar, penyempitan lumen, dan penyumbatan pembuluh darah kecil. Sklerosis pembuluh darah otak mengurangi suplai aliran darah ke otak, dan pasien dapat mengalami pusing, sakit kepala, dan nyeri kepala tumpul. Pasien sklerosis pembuluh darah otak mengalami iskemia jaringan otak, hipoksia, nekrosis, kerusakan saraf otak, dapat dimanifestasikan sebagai kehilangan memori, kurangnya perhatian, penurunan intelektual, dll., Dan pada tahap akhir dapat dimanifestasikan sebagai demensia, gangguan kesadaran dan sebagainya. Pasien dengan sklerosis pembuluh darah otak perlu memastikan tidur yang cukup, berhenti merokok dan minum; mereka perlu mengembangkan kebiasaan makan yang sehat, menghindari makanan berkalori tinggi, berlemak tinggi, dan makanan yang merangsang. Pasien dapat mengikuti petunjuk dokter untuk menggunakan obat anti agregasi trombosit dan vasodilatasi untuk meningkatkan sirkulasi serebrovaskular, seperti tablet salut enterik aspirin, tablet hidroklorida betahistin, tablet nimodipin, dan sebagainya. Pasien dengan sklerosis pembuluh darah otak harus mempertahankan kebiasaan hidup yang baik, pengobatan standar di bawah bimbingan dokter, dan semua obat harus digunakan sesuai dengan saran medis.