Istilah “wasting” mengacu pada penurunan berat badan karena penyakit atau faktor tertentu, dan didefinisikan sebagai wasting jika berat badan lebih dari 10% di bawah berat badan standar (beberapa penulis menganggap siapa pun yang berat badannya lebih dari 10% di bawah berat badan standar sebagai wasting, dan mereka yang berat badannya lebih dari 20% di bawah berat badan standar sebagai wasting). Tes apa saja yang diperlukan untuk mengetahui wasting global? 1 . Pengukuran sekresi asam lambung maksimum (MAO): Jumlah asam lambung yang dapat disekresikan oleh sel lapisan setelah dirangsang oleh pentagastrin selama 1 jam untuk memberikan fungsi sekresi secara penuh disebut MAO. 2 . Triiodotironin bebas (FT3): T3 adalah hormon yang disintesis dan disekresikan oleh sel folikel kelenjar tiroid. FT3 menyumbang sekitar 0,3% dari T3 dan dapat masuk ke dalam sel jaringan melalui membran sel untuk memberikan efek fisiologis. Konsentrasinya konsisten dengan konsentrasi triiodotironin dalam jaringan dan dengan kondisi metabolisme tubuh, dan juga memiliki nilai diagnostik untuk penyakit non-tiroid. Metode RIA umumnya digunakan dalam praktik klinis. 3. Hormon pelepas tirotropin plasma (TRH): Hormon pelepas tirotropin plasma (TRH) adalah indikator fungsi hipotalamus. 4 . Pengukuran asam klorida bebas lambung: Asam bebas adalah asam klorida, dan asam terikat mengacu pada asam klorida yang terikat secara longgar pada protein. 5 . Pengukuran sekresi asam lambung dasar (BAO): Sekresi asam lambung basal (BAO) mengacu pada jumlah sekresi asam lambung tanpa adanya rangsangan makanan atau obat untuk jangka waktu yang terus menerus. 6. Pengukuran Pepsin: Pendahulu pepsin adalah pepsinogen, yang disekresikan oleh sel-sel utama kelenjar fundus dan diubah menjadi pepsin dalam asam lambung. Pengukuran pepsin membantu mendiagnosis penyakit lambung.