Kongesti paru (pulmonarycongestion) adalah pengumpulan darah yang terlokalisasi di pembuluh darah paru-paru, biasanya disebabkan oleh gagal jantung kiri, di mana tekanan yang meningkat di rongga jantung kiri menghalangi aliran balik vena paru, yang mengakibatkan kongesti paru. 1 . Elektrokardiogram (EKG): Ini dapat mengungkapkan informasi tentang infark miokard sebelumnya, hipertrofi ventrikel kiri, kerusakan miokard yang luas, dan aritmia. 2. Rontgen dada: dapat menunjukkan informasi tentang pembesaran jantung, stasis paru, edema paru, dan penyakit paru-paru sebelumnya. 3 . Ekokardiografi (1) Mendiagnosis penyakit perikardial, miokard atau katup. (2) Membedakan insufisiensi diastolik dengan insufisiensi sistolik. (3) Mengukur atau mengkarakterisasi diameter internal atrium dan ventrikel, geometri jantung, ketebalan dinding ventrikel, gerakan dinding ventrikel, serta struktur perikardial, katup dan vaskular, mengukur derajat stenosis katup dan insufisiensi penutupan, dan mengukur fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF), serta volume akhir diastolik dan sistolik ventrikel kiri (LVEDV, LVESV). (4) Memperkirakan tekanan arteri pulmonalis. (5) Memberikan indikator objektif untuk mengevaluasi efektivitas pengobatan. 4. Penanda gagal jantung: B-type natriuretic peptide (BNP) dan N-terminal B-type natriuretic peptide proximate (NT-proBNP) adalah penanda untuk pasien gagal jantung, dan nilainya dapat menurun setelah perbaikan gejala dengan pengobatan.