“Tekstur paru” adalah istilah sinar-X diagnostik yang menunjukkan garis radial bayangan yang memanjang dari hilus ke pinggiran bidang paru. Tekstur paru yang normal terutama merupakan gambaran arteri pulmonalis, dengan keterlibatan vena pulmonalis, bronkus, dan pembuluh limfatik dalam pembentukan bayangan. Peningkatan tekstur paru dapat diklasifikasikan secara luas menjadi tiga jenis: (1) Peningkatan tekstur paru vaskular: tekstur paru lebih tebal, dengan tepi yang lebih jelas, dan mempertahankan karakteristik pembuluh darah yang menjalar dari hilus ke bidang paru. Pada hipertensi vena paru, tekstur paru meningkat dan menebal, dan bidang atas kedua paru-paru terlihat jelas, dan transparansi bidang paru-paru rendah; sedangkan peningkatan tekstur paru yang disebabkan oleh hipertensi paru terutama perluasan dan penebalan cabang arteri paru yang lebih besar di kedua paru-paru, dan bidang paru-paru lebih jelas. Yang pertama biasa terjadi pada stenosis mitral, dan yang kedua biasa terjadi pada cacat septum dan duktus arteriosus arteriosus. (2) Peningkatan tekstur paru bronkiolar: ketebalan tekstur paru tidak merata, yang sering bercampur dengan tekstur yang berubah bentuk dan gambar sarang lebah kecil, dan kadang-kadang dapat dilihat di “orbit”, dengan bidang bawah kedua paru-paru lebih jelas. Hal ini biasa terjadi pada bronkitis kronis dan bronkiektasis. (3) Peningkatan tekstur paru limfatik: tekstur paru berupa jaring tipis pada kedua paru, yang biasanya terlihat pada pneumokoniosis (seperti silikosis), limfadenitis kanker. Peningkatan tekstur paru-paru adalah tanda sinar-X, dan melaporkan peningkatan tekstur paru-paru secara terpisah memiliki nilai klinis yang lebih kecil. Hanya dengan menganalisis secara cermat sifat peningkatan tekstur paru dan menggabungkannya dengan manifestasi sinar-X lainnya dan kondisi klinis, maka nilai diagnostiknya akan menjadi lebih besar. Penting untuk diperhatikan bahwa seorang radiolog yang baru mengenal pencitraan dan memiliki sedikit pengalaman terkadang dapat salah melaporkan tekstur paru yang normal sebagai peningkatan tekstur (terutama pada bagian kanan bawah paru), dan hal ini harus diperhatikan dalam praktik klinis.