Ulkus Aphthous berulang, juga dikenal sebagai ulkus mulut berulang (umumnya dikenal sebagai “sariawan”), adalah penyakit mukosa mulut yang paling umum, dengan rata-rata satu dari lima orang mengalami “sariawan”, dan dapat terjadi pada kedua jenis kelamin, dengan orang muda dan setengah baya yang paling umum. Ulkus aphthous berulang ditandai dengan kekambuhan berkala, dapat sembuh sendiri dan tidak menular. Ulkus dapat terjadi pada bagian mana pun dari mukosa mulut, termasuk bibir, pipi dan lidah. Ada tiga tipe klinis. Pada banyak pasien, ulkus meningkat dalam ukuran dan jumlah seiring dengan perkembangan penyakit, dengan rasa sakit yang meningkat, periode penyembuhan yang lebih lama dan interval yang lebih pendek, yang memengaruhi makan dan berbicara. Namun demikian, penyakit ini tidak bersifat karsinogenik. Penyebab ulkus aftosa berulang tidak dipahami dengan baik dan terkait dengan berbagai faktor seperti faktor mental (kelelahan, kecemasan, stres), disfungsi kekebalan tubuh, faktor endokrin dan faktor genetik. Meskipun ada banyak perawatan untuk ulkus aphthous berulang, namun tidak ada obat untuk menyembuhkannya. Tujuan utama pengobatan adalah untuk mengurangi rasa nyeri dan mempercepat penyembuhan, atau untuk memperpanjang interval antara serangan. Pengobatan mencakup terapi lokal dan sistemik. Pengobatan lokal terutama ditujukan untuk mengurangi peradangan, menghilangkan rasa sakit dan mendorong penyembuhan ulkus. Pengobatan sistemik dapat mencakup tonik herbal dan penggunaan agen imunologi yang tepat untuk mengurangi jumlah kekambuhan. Pencegahan sangat penting, karena penyakit ini belum bisa dikendalikan sepenuhnya. Perhatian harus diberikan untuk menjaga mulut tetap bersih, berhenti merokok dan minum alkohol, hidup teratur dan cukup tidur. Patuhi latihan fisik, makan makanan ringan, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, kurangi makan makanan yang pedas dan berasa kental yang merangsang, dan jaga agar usus tetap terbuka. Wanita harus beristirahat sebelum dan sesudah menstruasi, menjaga suasana hati yang bahagia, menghindari kerja berlebihan, makan makanan ringan, makan lebih banyak buah dan sayuran segar, minum lebih banyak air, dll. untuk mengurangi kemungkinan terjadinya bisul. Penting untuk mengingatkan Anda bahwa bisul yang tidak sembuh dalam waktu lama di dalam mulut, terutama bila ada sisa akar, mahkota, ujung gigi yang tajam dan iritasi lain yang tidak diinginkan di sekitar bisul, harus diberi prioritas tinggi, karena jika iritasi tidak dihilangkan tepat waktu, bisul tidak hanya tidak akan sembuh, tetapi juga akan bertambah parah dan bisa menjadi kanker. Singkatnya, jangan anggap enteng dan jangan terlalu gugup ketika Anda mengalami sariawan, tetapi pergilah ke rumah sakit gigi biasa atau departemen stomatologi tepat waktu untuk pemeriksaan sehingga diagnosis yang jelas dapat dibuat dan perawatan dapat diperoleh tepat waktu.