Bagaimana cara mengatasi masalah sembelit saya saat bepergian?

Selama perjalanan, beberapa orang menderita sembelit sementara karena gangguan dalam gaya hidup dan kebiasaan makan mereka. Ketika tinja berada di usus besar untuk waktu yang lama, air terus-menerus diserap oleh dinding usus dan tinja menjadi lebih kering dan lebih kering, yang membuat buang air besar menjadi lebih sulit dan menciptakan lingkaran setan. Jika Anda menderita wasir, Anda juga dapat memperburuknya atau membuatnya kambuh. Berikut adalah beberapa “tips” yang dapat diandalkan untuk menghentikan sembelit saat bepergian. 1, cobalah untuk mempertahankan kebiasaan hidup yang asli Semua aktivitas manusia, termasuk pola makan dan hidup, memiliki siklus keteraturan tertentu. Dan perubahan siklus ini dan perubahan waktu siang dan malam bertepatan. Misalnya, tiga kali makan sehari, ketika waktu akan lapar, setelah makan akan kenyang; begitu masuk malam, orang ingin tidur, dan secara otomatis akan bangun saat fajar, hukum ini disebut fenomena jam biologis. Buang air besar secara teratur adalah salah satu manifestasi dari jam biologis. Jika kebiasaan awal Anda adalah bangun setiap pagi setelah buang air besar, Anda harus meluangkan waktu untuk menyelesaikan “tugas” ini sebelum sarapan. Jika jadwal Anda mengganggu kebiasaan Anda, Anda dapat menggunakan dua waktu termudah dalam sehari untuk membangun kembali kebiasaan buang air besar Anda. Manusia telah berevolusi dan meninggalkan dua “jam emas” untuk buang air besar: pertama adalah “refleks bangun” di pagi hari; dan yang kedua adalah “refleks perut-kolon” setelah sarapan. Ketika Anda bangun di pagi hari, dari berbaring ke duduk ke berdiri, otak akan mengirim pesan ke usus besar untuk membuat usus bergerak peristaltik, usus akan menghasilkan gelombang peristaltik yang sangat besar untuk membantu Anda mendorong tinja. Pada titik ini, Anda tidak perlu mengejan terlalu keras untuk mengeluarkan feses. Anda harus membiasakan diri berjongkok di toilet selama 5 menit setiap pagi saat bangun tidur, meskipun Anda tidak bisa mengeluarkannya. Sarapan adalah waktu makan paling awal dalam sehari, setelah makan, perut akan memberi tahu usus besar untuk bergerak dengan cepat, menciptakan “waktu buang air besar”. 3, makan lebih banyak ampas makanan, perhatikan air tambahan Oleh karena itu, di mana kecenderungan sembelit, dalam perjalanan harus secara sadar makan beberapa ampas makanan, seperti berbagai sayuran, buah-buahan. Makanan ini kaya akan vitamin C dan serat, yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan perjalanan. Serat merupakan faktor penting dalam pembentukan feses dan melancarkan buang air besar. Serat merangsang saluran usus untuk mempercepat gerakan peristaltik, yang meningkatkan air dalam massa feses dan memungkinkan massa feses mengembang, sehingga merangsang gerakan usus dan melancarkan buang air besar. Pada saat yang sama, Anda harus minum cukup air agar serat makanan dapat berperan dalam melancarkan buang air besar, jika tidak, serat akan “menyumbat” usus dan membuat sembelit menjadi lebih serius. Penting untuk tetap terhidrasi karena Anda banyak berkeringat selama perjalanan. Penderita sembelit, selain bepergian dengan air yang cukup, yang terbaik adalah minum segelas air garam ringan setiap pagi, tidak hanya untuk tujuan pencahar, tetapi juga untuk perjalanan jarak jauh. Namun, minum lebih banyak teh kental tidak kondusif untuk pencahar. 4, pertimbangan diet (1) perjalanan mau tidak mau beberapa orang suka makan makanan panas, seperti cabai, kopi, barbekyu, gorengan, mudah “kering”, mengakibatkan kekurangan air dalam tinja, menyebabkan sembelit, kebiasaan sembelit orang dalam perjalanan harus berusaha menghindari makanan seperti itu. (2) Jika makanan yang dikonsumsi terlalu halus, tidak akan ada banyak residu yang tersisa setelah diserap oleh usus halus. Lemak dapat membuat feses menjadi halus dan pada saat yang sama mempercepat buang air besar karena asam lemak merangsang usus. Jika lemak dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan pada makanan yang tinggi serat, maka akan memperlancar buang air besar. (3) Struktur makanan harus beragam, dengan campuran biji-bijian kasar dan halus, daging dan sayuran, serta peningkatan makanan berlemak yang sesuai (susu, kacang tanah, wijen, kenari, kacang pinus, dll.). Makanlah beberapa makanan berlemak untuk sarapan pagi, seperti biji wijen, kacang-kacangan, dll., Sedikit banyak dapat membantu melunakkan tinja dan mengurangi masalah sembelit. 5, jangan menahan niat untuk bepergian ke toilet, karena keramaian atau terkadang membutuhkan ninja dalam perjalanan, tetapi menahan “niat” akan membuat tinja kehilangan air hingga kering, memperburuk sembelit. Usus besar bergerak tiga atau empat kali sehari, mendorong kotoran dari usus besar ke rektum. Ketika kotoran tiba di rektum, rektum akan melebar dan timbul keinginan untuk buang air besar. Jika Anda menahan keinginan untuk buang air besar, tinja harus kembali ke rektum atau usus besar berbentuk S, yang dapat mengganggu kebiasaan buang air besar. Panjang total usus besar adalah sekitar 1,5 meter, yang kira-kira sama dengan tinggi badan seseorang, dan bertanggung jawab untuk menyerap natrium dan air. Jika feses berada di usus besar terlalu lama tanpa dikeluarkan, air akan terserap dan menjadi butiran-butiran, sehingga lebih sulit dikeluarkan. Menyimpan larutan pelumas usus atau obat pencahar ringan juga merupakan cara yang efektif untuk meringankan masalah yang terjadi.