Apa yang harus saya perhatikan dalam hidup saya untuk ketulian dan tinitus?

  Untuk mencegah terjadinya penyakit tuli dan tinnitus, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini dalam kehidupan kita sehari-hari Pertama, pasien tinnitus dan tuli harus berhenti merokok dan menjauhkan diri dari minum alkohol, teh kental, kopi dan makanan perangsang lainnya. Mencegah kerusakan telinga bagian dalam dan saraf pendengaran dari nikotin dan etanol.  Kedua, latihan fisik sedang. Latihan fisik yang tepat dapat meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, meningkatkan metabolisme tubuh, memperkuat suplai darah ke organ telinga bagian dalam dan meningkatkan metabolisme telinga bagian dalam. Berbagai latihan yang tepat dapat dipilih, seperti tai chi, berjalan kaki, jogging dan berenang. Diantaranya, jalan kaki adalah yang paling mudah dikuasai oleh para lansia dan merupakan aktivitas yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Jika Anda memilih tempat dengan sedikit kebisingan, udara segar dan lingkungan yang asri, Anda pasti akan merasa rileks dan nyaman di sekelilingnya, yang bermanfaat bagi pemulihan ketulian. Berjalan kaki harus memiliki kecepatan tertentu (80-100 langkah/menit) dan jarak tertentu (umumnya sekitar 6000 langkah per hari). Berjalan kaki sekitar 1 jam sehari, yang dapat dilakukan pada sesi pagi dan sore hari. Lakukan untuk merasa nyaman dengan diri sendiri, detak jantung meningkat sekitar 20 kali lipat, tidak ada sesak nafas, seluruh tubuh hangat dan nyaman atau sedikit berkeringat untuk derajatnya.  Keempat, kendalikan emosi Anda dan jaga suasana hati Anda tetap rileks. Untuk memasuki usia tua dan tetap menjaga telinga dan mata Anda tetap jernih, Anda harus terlebih dahulu memiliki tubuh dan pikiran yang sehat, menciptakan lingkungan hidup yang baik dan menghadapi segala sesuatu dengan suasana hati yang bahagia setiap hari. Hati yang ceria dan tidak mudah marah adalah resep yang baik.  Kelima, lebih banyak interaksi dengan orang lain, lebih banyak otak, lebih banyak tangan dapat menunda penuaan dan mencegah tuli pikun Keenam, cobalah untuk menghindari kontak dengan kebisingan. Seperti kebisingan dalam lalu lintas, industri, konstruksi, hiburan dan lingkungan hidup. Orang-orang pada umumnya percaya bahwa ketulian di usia tua sama alaminya dengan penglihatan kabur di usia tua, dan gangguan pendengaran sama tak terhindarkannya dengan uban dan bintik-bintik penuaan. Namun, penelitian selama bertahun-tahun telah menunjukkan bahwa paparan kebisingan yang terlalu lama adalah salah satu penyebab kerusakan pendengaran. Louis Deafness Research Center, menunjukkan bahwa gangguan pendengaran pada sekitar 5 persen orang di Amerika Serikat tidak disebabkan semata-mata oleh penuaan, tetapi oleh kerusakan pada telinga selama masa hidup seseorang. Dalam hal ini, orang harus mengambil tindakan tepat waktu dan praktis untuk melindungi telinga mereka, seperti memakai penyumbat telinga, menggunakan tangan mereka untuk melindungi telinga mereka ketika mereka menghadapi suara keras, atau menjauh dari daerah pemukiman yang bising.