Apakah spondilitis kompulsif bersifat turun-temurun?

Spondilitis bisa diwariskan. Hal ini terutama ditularkan kepada laki-laki tetapi tidak kepada perempuan, dengan kemungkinan penularan yang lebih besar kepada laki-laki. Hal ini paling umum terjadi pada pria muda berusia antara 20 dan 30 tahun. Di antara penyebabnya, penyakit ini pertama kali dianggap sebagai kelompok kelainan genetik poligenik. Penelitian selanjutnya juga menyarankan penyakit oligogenik, dan penyakit ini sangat terkait dengan gen mirip MHC1 HLA-B27, dengan lebih dari 89 subtipe HLA-B27 yang diidentifikasi hingga saat ini. Lebih banyak dari penelitian ini menunjukkan bahwa ankylosing spondylitis secara positif terkait dengan HLA-B27-04, B27-05 dan B27-02. Selain HLA sebagai faktor genetik, ada gen kerentanan lain untuk ankylosing spondylitis di wilayahnya maupun di luar wilayah tersebut. Secara umum diyakini bahwa ankylosing spondylitis dapat dikaitkan dengan infeksi oleh patogen usus tertentu seperti Chlamydia trachomatis, Shigella, Mycobacterium kills, dan Yersinia coli dalam saluran genitourinari. Diduga bahwa patogen ini menstimulasi respons inflamasi serta respons imun dalam tubuh, menyebabkan kerusakan jaringan yang mengarah ke penyakit. Oleh karena itu, penyakit ini bersifat genetik dan penyebabnya bersifat integratif. Hal di atas hanya untuk referensi saja. Silakan merujuk pada panduan dokter Anda untuk pengobatan dan perawatan khusus.