I. Apa itu kelenjar gondok?
Adenoid, juga dikenal sebagai tonsil faring, sering kali terletak di garis tengah dinding posterior nasofaring. Jika kelenjar gondok membesar dan menimbulkan gejala, hal ini disebut hipertrofi adenoid, yang merupakan fenomena patologis. Penyakit ini sering terlihat pada anak-anak dan sering dikaitkan dengan radang amandel.
Mengapa kelenjar gondok sering membesar pada anak-anak?
Kelenjar gondok terutama terdiri dari jaringan limfoid dan berperan dalam fungsi kekebalan tubuh bersama dengan limpa dan amandel, sehingga sering kali tampak membesar secara fisiologis. Dalam kondisi fisiologis normal, kelenjar gondok berkembang hingga ukuran maksimum pada usia 6-7 tahun, dan setelah usia 10 tahun, kelenjar gondok mulai menyusut secara perlahan seiring dengan berfungsinya organ-organ kekebalan tubuh, seperti limpa, dan sebagian besar kelenjar gondok akan menghilang pada usia dewasa.
Kapan sebaiknya pembedahan dipertimbangkan untuk hipertrofi adenoid?
Secara umum, riwayat medis pasien, film nasofaring lateral, dan pemeriksaan spekulum hidung harus digunakan sebagai dasar analisis dan penilaian. Pembedahan sering kali dipertimbangkan bila terdapat gejala-gejala berikut ini.
1. Mempengaruhi pernapasan, mendengkur dan bahkan apnea, yang mengakibatkan kekurangan oksigen ke otak dalam jangka panjang, yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.
2. Menyebabkan penyumbatan pada lubang hidung bagian belakang dan pernapasan mulut terbuka dalam waktu yang lama, yang dapat menyebabkan rahang atas memanjang, langit-langit mulut melengkung tinggi, bibir atas yang terbalik dan gigi seri atas yang menonjol, yang sering disebut sebagai “wajah adenoid”.
3. Penyumbatan pada lubang hidung bagian belakang, drainase yang buruk dari sekresi hidung yang menyebabkan rinosinusitis kronis, yang tidak sembuh berulang kali setelah perawatan standar.
4. Penyumbatan tuba eustachius menyebabkan otitis media sekretori, yang tidak sembuh berulang kali setelah pengobatan standar.
4. Berapa usia anak dengan hipertrofi adenoid sebelum menjalani operasi?
Tidak ada aturan khusus mengenai berapa usia anak yang boleh menjalani operasi. Namun, di masa lalu, pembedahan tradisional sering dilakukan setelah usia empat tahun karena kekhawatiran akan perdarahan pasca operasi. Saat ini, karena meluasnya penggunaan endoskopi hidung, kelenjar gondok dapat dihilangkan dengan pemotong elektrik secara kasat mata, dan frekuensi radio, ablasi, serta elektrokoagulasi dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan secara akurat dan efektif. Berdasarkan pengalaman kami, pembedahan biasanya dapat dipertimbangkan setelah usia 3 tahun. Namun, jika terdapat dampak serius pada kualitas tidur atau perkembangan anak, pembedahan harus dilakukan sesegera mungkin, meskipun anak masih berusia lebih muda.
Apakah saya memerlukan bius total untuk pembedahan?
Sebagian besar rumah sakit yang saat ini melakukan operasi kelenjar gondok memilih anestesi umum. Alasannya adalah
1. Anestesi umum memungkinkan anak dioperasi tanpa rasa sakit dan memungkinkan dokter bedah beroperasi lebih efektif dan menghentikan pendarahan.
2. Anestesi umum juga dapat menghindari trauma pada pikiran anak yang disebabkan oleh anestesi lokal.
Apakah anestesi umum berpengaruh pada perkembangan mental anak?
Sebagian besar rumah sakit memilih anestesi umum untuk operasi tenggorokan anak, dan tidak ada data ilmiah yang membuktikan bahwa anestesi umum berdampak pada perkembangan intelektual anak.
Apa yang harus saya perhatikan setelah operasi?
1. Diet: Setelah 6 jam operasi, berikan cairan hangat dan dingin seperti susu dan jus, lalu secara bertahap ganti ke makanan semi cair dan lunak.
2. Suhu: ada kemungkinan demam rendah dalam waktu 3 hari setelah operasi, biasanya kurang dari 38,5 derajat, yang merupakan reaksi normal setelah operasi, jika demam tinggi terus berlanjut, ada kemungkinan infeksi trauma.
3. Pendarahan pasca operasi: operasi orofaring mudah terpengaruh oleh menelan dan batuk, dan umumnya akan keluar sedikit darah ringan dari mulut.
Bagaimana prognosis setelah operasi?
Setelah operasi adenoid, karena edema luka dan reaksi peradangan, mendengkur, keluarnya cairan dari hidung, dan suara hidung yang berat masih dapat terjadi dalam jangka pendek.