Banyak wanita yang menderita gejala-gejala yang terkait dengan perimenopause, tetapi takut atau enggan minum obat karena takut akan ‘efek samping’ dari penggantian hormon. Jadi, apakah perlu minum obat sama sekali? Berikut ini beberapa prinsip dasar. Manfaat yang dapat diidentifikasi: gejala menopause yang membaik, kualitas hidup yang lebih baik, berkurangnya risiko penyakit kardiovaskular, patah tulang, kanker kolorektal, diabetes, demensia, penuaan kulit yang lebih lambat, berkurangnya angka kematian secara keseluruhan. Manfaatnya dapat diidentifikasi, terutama efek sampingnya yang tidak pasti. Manusia masih dalam keadaan penelitian konstan sehubungan dengan terapi suplementasi hormon seks. Bagi individu, ada aspek positif selama manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan manfaatnya dengan baik, untuk memantau kerugian yang diketahui dan untuk mengidentifikasi kemungkinan bahaya baru pada waktunya. Periode perimenopause bisa menjadi waktu yang “penting” bagi wanita, tidak hanya untuk perkembangan kondisi menopause, tetapi juga untuk berbagai penyakit lainnya. Beberapa kondisi yang mendasari dapat dipicu oleh penggunaan obat, dan beberapa kondisi baru dapat diperparah oleh obat. Oleh karena itu, penilaian yang komprehensif, sistematis dan terperinci, menimbang pro dan kontra, pengobatan individual dan pemantauan sistematis adalah penting dan esensial. Obat tidak boleh digunakan secara sembarangan dan kesalahan harus dilakukan. Singkatnya, pengobatan seperti HRT perimenopause perlu dikelola secara sistematis. Dan penelitian di bidang ini terus meningkat, memerlukan kolaborasi erat dengan dokter terkait untuk menyesuaikan rejimen pengobatan secara real time dan menghindari efek samping.