Alergen inhalasi yang umum termasuk tungau debu, serbuk sari, sekresi hewan, jamur, debu dalam ruangan, dan asap. 1. Tungau debu: Tungau debu hidup di lingkungan yang lembab dan hangat dan memakan bulu yang ditumpahkan oleh tubuh manusia, terutama di tempat tidur kamar tidur, karpet, dan sofa. 2, serbuk sari: berbagai musim akan memiliki serbuk sari yang berbeda, umumnya berdiameter sekitar 30 hingga 50 mikron, dengan menghirup manusia yang mudah mengalami reaksi alergi, maple poplar, elm, cemara, willow, pinus, akasia, artemisia, quinoa, dogwood, gandum hitam dan serbuk sari tanaman lainnya dapat menyebabkan asma musiman. 3. Sekresi hewan: Sekresi dari hewan peliharaan seperti kucing, anjing, kelinci, dan burung, air seni dari hewan pengerat, kotoran dari kecoak dan lalat rumah, serta potongan anggota tubuhnya juga dapat menyebabkan alergi. 4, jamur: jamur dan cabang-cabangnya adalah alergen utama yang menyebabkan alergi, terutama di rumah-rumah yang gelap, lembab, dan berventilasi buruk serta tempat budidaya jamur. 5, debu dalam ruangan: debu dalam ruangan mengandung puing-puing epitel manusia, bulu dan kotoran hewan, tungau debu dan sekresi, jamur dan metabolit, serbuk sari, serat kapas, serat tanaman, residu makanan, dan bahan organik lainnya yang dapat merangsang saluran pernapasan dan menyebabkan asma. 6, asap: asap industri, asap tembakau dan asap pembakaran kayu, meskipun bukan merupakan iritasi antigenik, dapat memicu asma atau memperburuk kondisi.