Penyakit alergi didefinisikan sebagai reaksi lokal atau sistemik yang kuat terhadap alergen tertentu yang merangsang organisme melalui berbagai rute seperti menghirup, menelan, menyuntikkan atau kontak, menyebabkan berbagai gangguan fungsional atau kerusakan jaringan. Dalam beberapa tahun terakhir, insiden penyakit alergi telah meningkat dari tahun ke tahun karena perkembangan industrialisasi dan perubahan gaya hidup modern, dan sekarang adalah musim panas, yang juga merupakan periode insiden tinggi untuk penyakit alergi seperti eksim, urtikaria, dan dermatitis matahari. Penyebab umum dan pencegahannya: 1. Paparan sinar matahari: dermatitis matahari adalah penyakit alergi yang disebabkan oleh cahaya, yang terjadi pada area yang terpapar ketika kulit terpapar cahaya dan membentuk zat antigenik yang membuat tubuh menjadi peka, sehingga menimbulkan reaksi alergi. Dianjurkan agar Anda tidak berada di bawah cahaya terang terlalu lama di musim panas, mengambil tindakan untuk menghindari cahaya, memakai topi matahari atau mengoleskan tabir surya, dll. 2, gigitan nyamuk: seperti kutu busuk, kutu, kutu, tungau, nyamuk, dan serangga lainnya menggigit kulit setelah penyuntikan air liur, memicu reaksi alergi. Suhu dan kelembapan di musim panas sangat mendukung pertumbuhan dan reproduksi tungau. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan bed cover, hindari selimut berbulu dan seprai sutra, ganti furnitur empuk dengan produk kayu atau plastik, dan usahakan untuk tidak menggunakan karpet, atau pilih karpet dengan bulu yang lebih pendek. Mempercepat sirkulasi udara dalam ruangan dan mengurangi kelembapan udara dalam ruangan juga dapat membunuh tungau debu mikroskopis. 3, polusi AC: Dengan popularitas AC, banyak orang menderita rinitis alergi dan asma di musim panas. AC membuat kuman dan debu berhembus dan menyebar ke setiap sudut ruangan. Polutan ini dapat menyebabkan gatal-gatal, ruam, pengelupasan kulit, alergi, dan penyakit kulit lainnya saat bersentuhan dengan tubuh, serta dapat menyebabkan hidung tersumbat, bersin-bersin, asma, dan penyakit pernapasan lainnya saat masuk ke dalam saluran pernapasan, sehingga menjadi pembunuh kesehatan dalam ruangan yang tak terlihat di musim panas. Karena perbedaan suhu yang besar antara AC di dalam dan di luar ruangan, gejala alergi udara dingin juga dapat terjadi. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan AC Anda dengan benar. Banyak orang cenderung berpikir bahwa membersihkan AC adalah masalah membilas filter dengan air untuk memutus sumber polusi, dan bahkan ada yang langsung menggunakannya tanpa membersihkannya. Karena struktur khusus sirip AC, hanya dengan lap kain basah, pembersihan sikat dan cara lain tidak dapat disterilkan secara menyeluruh, dan mudah memakai permukaan sirip, yang mempengaruhi penggunaan efek AC. Sebenarnya, membersihkan sirip AC tidaklah sulit, cukup membeli disinfektan AC profesional, melalui beberapa langkah sederhana dapat dengan mudah disterilkan, dan dapat melarutkan berbagai karsinogen pada sirip. 4, alergi makanan: makanan adalah alergen penting yang memicu alergi. Ikan laut dan makanan laut lainnya sering kali menjadi pemicu penting dermatitis atopik, eksim, dan gatal-gatal. Banyak orang mengalami kemerahan pada kulit, ruam, gatal-gatal, dan masuk angin setelah mengonsumsi ikan laut, terutama kerang dan ikan rhubarb. Penderita alergi harus memperhatikan pola makan dengan gizi seimbang dan mengurangi makanan berminyak, manis dan merangsang, tembakau dan alkohol. Mengonsumsi lebih banyak makanan kaya vitamin dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit. Penderita alergi dapat mengonsumsi lebih banyak makanan dengan sifat anti-alergi untuk memperkuat pertahanan kulit. Menurut ahli gizi, bawang merah dan bawang putih mengandung senyawa anti-inflamasi yang dapat mencegah timbulnya alergi. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga dapat digunakan untuk mengatasi alergi, dengan brokoli dan jeruk yang sangat efektif. Karena kaya akan vitamin c, yang merupakan antihistamin alami, asupan harian 1.000 mg dari makanan sudah cukup untuk mencegah timbulnya alergi. 5, serbuk sari dan alergi lainnya: serbuk sari musim panas, beberapa orang alergi terhadap serbuk sari dan alergi lainnya, untuk orang yang alergi harus dikurangi untuk keluar. 6. Lainnya: Dengan hari yang lebih panjang dan cuaca yang panas di musim panas, orang sering kali memiliki waktu tidur yang pendek dan kualitas tidur yang buruk, yang juga dapat menyebabkan alergi berlanjut. Selain itu, alergi, riwayat keluarga, faktor keturunan, usia, dan sebagainya, semuanya dapat memengaruhi terjadinya penyakit alergi. Akhirnya, gejala alergi harus segera ditangani oleh dokter. Meskipun pengobatan umum tidak dapat mencapai kesembuhan total, tetapi hanya dapat meringankan gejala dan mengurangi durasi penyakit, namun dapat dikontrol agar tidak berkepanjangan. Dalam beberapa tahun terakhir, imunoterapi spesifik, atau desensitisasi, telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai satu-satunya cara yang mungkin untuk mengobati akar penyebab penyakit alergi. Selain itu, pengobatan Cina “akupresur” memiliki efek pencegahan dan menjadi semakin populer!