Sendi siku terdiri dari sendi ulnar humerus, sendi radius humerus dan sendi radius ulnar proksimal dan merupakan struktur penting untuk berfungsinya anggota tubuh bagian atas. Cedera pada sendi siku dan jaringan lunak di sekelilingnya, serta pada sendi yang berdekatan (sendi radial ulnar distal, sendi bahu) dapat mempengaruhi fungsi siku pada derajat yang berbeda-beda. Rehabilitasi yang berhasil didasarkan pada pemahaman menyeluruh mengenai faktor anatomi dan fisiologis dari gangguan siku pasien tertentu dan memerlukan kerja sama yang erat antara pasien, dokter bedah dan tim rehabilitasi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sudut sendi siku harus bertujuan untuk mencapai: fleksi aktif >130°, batasan ekstensi aktif <40°, rotasi posterior aktif >60° dan rotasi anterior aktif >60°. Metode utama latihan siku fungsional dijelaskan secara singkat. Gbr. 1 Rentang gerak sendi siku normal I. Fleksi sendi siku (menekuk lengan) Pada tahap awal cedera, sementara sendi masih direm, latihan kontraksi otot aktif isometrik harus dimulai. Setelah melepas alat imobilisasi eksternal, latihan mobilitas ekstensi dan fleksi pasif dapat dimulai dengan bantuan praktisi rehabilitasi (Gbr. 2). Pasien juga dapat melatih diri mereka sendiri dengan memegang pergelangan tangan yang terkena dampak dengan tangan yang sehat dan menariknya dengan kuat ke arah diri mereka sendiri. Perhatikan bahwa latihan harus dihentikan sejenak ketika ada rasa sakit yang signifikan dan sudutnya harus ditingkatkan ketika jaringan telah menyesuaikan diri dengan rasa sakit. Latihan resistensi dapat dilakukan dengan bantuan karet peregangan pita atau dumbel dan peralatan lainnya. Gbr. 2: Latihan fleksi siku pasif (A) dan ekstensi (B) II. Ekstensi siku (meluruskan lengan) Ekstensi siku juga bisa dipraktekkan oleh pasien sendiri, dalam posisi duduk dengan siku direntangkan dan mengepalkan tangan ke atas, dengan siku ditopang dan dipasang di atas meja, dan lengan kecil serta tangan menggantung di atas meja. Otot-otot benar-benar rileks dan siku perlahan-lahan diturunkan dan diluruskan di bawah beratnya sendiri atau dengan memegang benda berat seperti dumbbell. Latihan ekstensi siku terutama membantu meregangkan jaringan lunak di depan sendi siku. Perhatian harus diberikan untuk menghindari kekerasan dan menguasai prinsip-prinsip beban rendah (beban dumbbell ringan hingga berat, perlahan-lahan meningkat) dan durasi yang lebih lama. Gbr. 3 Latihan ekstensi siku pasif dengan bantuan beban III. Rotasi lengan bawah Rotasi lengan bawah anterior dan posterior melibatkan hubungan sendi radial ulnar proksimal dan distal, yang mudah diabaikan pada fase rehabilitasi awal dan dapat mempengaruhi fungsi tangan di kemudian hari. Latihan umumnya dilakukan dalam posisi duduk dengan sendi bahu rileks dan lengan bawah ditekuk pada siku dan rata di atas meja, memegang beban bergagang panjang di tangan dan memiringkannya ke dalam dengan gaya traksi yang lembut dan terus menerus oleh gravitasinya, secara bertahap meningkatkan gerakan sendi. Gbr. 4 Latihan rotasi lengan bawah pasif IV. Rotasi lengan bawah Seperti yang ditunjukkan, gerakannya mirip dengan latihan rotasi, arahnya berlawanan, persyaratan lainnya identik. Sendi siku adalah area tubuh yang rentan terhadap kekakuan dan osteoartritis. Latihan awal harus dilakukan di bawah pengawasan medis, mengikuti prinsip-prinsip peregangan otot aktif, kemudian tarikan pasif, dan akhirnya latihan resistensi. Frekuensi latihan harus ditingkatkan (10-15 menit per sesi, 2-3 kali sehari pada tahap awal) dan kemudian intensitas latihan harus ditingkatkan sesuai dengan proses rehabilitasi.