Nodul paru adalah lesi fokal yang berdiameter <3cm, sedangkan yang >3cm disebut massa. Pengamatan nodul paru dengan CT memerlukan pengamatan ukuran, kepadatan dan margin nodul, termasuk apakah marginnya jelas atau kabur, dan apakah ada lobulasi atau duri. Hubungan antara nodul dan pleura, apakah ada tarikan pada pleura, apakah ada penebalan pleura yang berdekatan, dll. Nodul paru dapat dibagi menjadi tiga kategori tergantung pada kepadatannya, yaitu nodul kepadatan kaca tanah, nodul padat dan nodul kepadatan campuran, atau nodul sub-padat. Biasanya nodul jinak berbentuk bulat atau lonjong, dengan margin yang teratur dan halus, tidak ada lobing atau duri, dan kepadatan yang seragam atau dengan kalsifikasi kasar. Nodul inflamasi dapat menyebabkan penebalan pleura yang berdekatan, sedangkan nodul ganas lebih sering berbentuk tidak teratur, dengan margin lobulasi, gerinda, kepadatan seragam atau heterogen dan kalsifikasi yang jarang terjadi, sering menarik pleura yang berdekatan untuk membentuk tanda depresi pleura, dan pembuluh darah yang mengelilingi nodul berkumpul pada nodul untuk membentuk tanda penyatuan pembuluh darah. Oleh karena itu, dengan mengamati berbagai tanda dan gejala nodul pada CT, penilaian dapat dibuat pada jinak atau ganasnya nodul.