Ada banyak penyebab disfagia esofagus, bukan hanya kanker esofagus. Beberapa penyebab klinis yang lebih umum adalah refluks esofagitis, spasme esofagus dan disfagia neurologis. Dianjurkan untuk terlebih dahulu menjalani gastroskopi di rumah sakit, yang biasanya dapat memperjelas diagnosis. Jika gejalanya disebabkan oleh refluks esofagitis, obat motilitas gastrointestinal seperti tablet domperidone, bersama dengan penekan asam seperti ranitidine dan omeprazole, dapat meredakan gejala ini dengan cepat. Jika gejalanya disebabkan oleh disfagia neurologis, obat pengatur saraf seperti glutamat dan vitamin B1 dapat digunakan sebagaimana mestinya, dan penting untuk berhati-hati agar rileks untuk membantu meredakan gejalanya. Ada juga pasien dengan hernia hiatus akibat esofagitis yang sudah berlangsung lama, yang lebih jarang terjadi dan dapat muncul dengan nyeri dada yang parah dengan disfagia dan memerlukan penanganan bedah segera. Oleh karena itu, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis, baik dengan pencitraan makanan barium atau gastroskopi. Hanya setelah penyebab penyakit teridentifikasi, barulah pengobatan yang tepat dapat diberikan.