Kemerahan dan keras di sekitar mata setelah vaksinasi

Kemerahan, bengkak, dan keras di sekitar mata vaksin sering kali merupakan tanda bahwa organisme mengalami reaksi yang tidak diinginkan terhadap vaksinasi. Penyuntikan produk biologis ke dalam kulit selama vaksinasi akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh memproduksi zat kekebalan sebagai respons terhadap stres, yang akan membantu obat menjadi efektif, tetapi juga dapat menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan pada orang yang divaksinasi. Penyebab dan solusinya dapat mencakup hal-hal berikut: I. Faktor pribadi: Orang yang divaksinasi mungkin memiliki alasan fisik pribadi, seperti kondisi tubuh yang lebih lemah, riwayat penyakit besar atau berada dalam kondisi kelelahan yang berlebihan, yang menyebabkan Hal ini mungkin juga terkait dengan faktor genetik, pola makan yang tidak tepat, stres mental yang berlebihan, kualitas psikologis yang buruk, dll., yang dapat menyebabkan tubuh bereaksi terhadap vaksin dengan kemerahan, bengkak, dan benjolan keras; 2. Faktor vaksin: Vaksin yang berbeda mengandung produk biologis yang berbeda, yang mungkin mengandung zat yang dapat dengan mudah menyebabkan alergi atau efek samping pada penerima vaksin, atau memiliki lebih banyak zat tambahan, yang dapat menyebabkan penerima vaksin dengan mudah mengalami gejala kemerahan, bengkak, atau benjolan keras di sekitar mata jarum. Vaksin dapat menyebabkan kemerahan, bengkak atau benjolan keras di sekitar mata. Misalnya, sekitar 3 minggu setelah vaksinasi BCG, kemerahan, bengkak, benjolan keras dan bahkan bintil-bintil dapat muncul, dan setelah 1-2 minggu mengeras dan sembuh, jaringan parut dapat terbentuk. 3. Faktor lain: Kemerahan dan bengkak di sekitar mata jarum dengan benjolan keras juga dapat berhubungan dengan penyakit kulit seperti kista sebaceous, atau reaksi alergi terhadap debu atau hewan, yang dapat dengan mudah disalahartikan sebagai reaksi yang tidak diinginkan setelah vaksinasi. Selain itu, jika tempat vaksinasi tidak dibersihkan dan disanitasi setelah vaksinasi, infeksi yang disebabkan oleh invasi bakteri juga dapat terjadi, sehingga mengakibatkan kemerahan dan bengkak di sekitar mata jarum. 2. Solusi: Jika gejala kemerahan, bengkak dan benjolan keras di sekitar mata jarum setelah vaksinasi disebabkan oleh vaksin, kemerahan, bengkak dan benjolan keras umumnya tidak melebihi 5 cm dan dapat diklasifikasikan sebagai reaksi merugikan sementara. Reaksi ini biasanya dapat diamati untuk sementara waktu dan tidak memerlukan perawatan khusus. Kompres panas kering dengan handuk kering dan desinfeksi rutin dengan alkohol atau iodofor juga dapat digunakan. Jika tidak ada perbaikan atau jika benjolan berukuran besar, atau jika timbul gejala lain seperti demam umum, hubungi tempat vaksinasi untuk mendapatkan saran apakah diperlukan perawatan di fasilitas medis. Tindakan pencegahan: Dalam kehidupan sehari-hari, penerima vaksin harus memperhatikan agar tidak terkena air di sekitar mata jarum sebanyak mungkin, memperhatikan pekerjaan dan istirahat yang teratur dalam kehidupan sehari-hari, dan berusaha untuk tidak begadang atau bekerja berlebihan. Hindari makan makanan pedas dan merangsang, pilihlah makanan yang ringan dan perbanyak makan sayur dan buah segar.