Ultrasonografi dapat memeriksa berbagai macam hal dan hampir semua sistem tubuh dapat diperiksa. Bila pasien tidak sehat, ia dapat menjalani pemeriksaan ultrasonografi berdasarkan lokasi penyakitnya. Pemeriksaan ultrasonografi yang umum digunakan meliputi 1. Ultrasonografi abdomen (hati, kandung empedu, pankreas, limpa, ureter, kandung kemih, prostat, vesikula seminalis, adneksa uterus, janin, usus buntu, dan saluran cerna) 2. Ultrasonografi kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah besar, pembuluh darah leher, pembuluh darah tungkai) 3. Ultrasonografi dangkal (tiroid, payudara, kelenjar getah bening, massa jaringan dangkal) 4. Ultrasonografi intrakavitas (ultrasonografi transvaginal, transrektal, ultrasonografi transesofagus, dan lain-lain) 5. Pemeriksaan sistem muskuloskeletal (saraf, otot, tulang) 6. Pemeriksaan lainnya (intraoperatif, posisi, paru-paru, dll.) Ultrasonografi berwarna banyak digunakan dalam praktik klinis dan merupakan bentuk pemeriksaan dan diagnosis yang paling dasar. Ultrasonografi ini juga dapat dengan jelas menunjukkan hubungan yang berdekatan dengan jaringan di sekitarnya dan, yang paling penting, apakah ada hunian abnormal pada jaringan dan organ. Yang paling penting, USG dapat mendeteksi apakah ada kelainan pada jaringan atau organ. Praktisi USG yang berpengalaman juga dapat mengidentifikasi sifat jinak dan ganas dari kelainan tersebut. Ultrasonografi mampu mendeteksi berbagai macam hal.