Kanker endometrium dini hanya menunjukkan sedikit penebalan endometrium, yang tidak dapat dibedakan dengan hiperplasia endometrium, dan oleh karena itu sulit didiagnosis dengan USG, serta perlu didiagnosis berdasarkan riwayat dan pengikisan diagnostik. Oleh karena itu, banyak kanker endometrium stadium awal yang sulit dideteksi dengan USG. Selain itu, peluang untuk mendeteksi kanker endometrium dini dengan ultrasonografi perut relatif rendah dibandingkan dengan ultrasonografi negatif. Hal ini dikarenakan ultrasonografi kurang jelas. Selain itu, ada dua jenis kanker endometrium: terbatas dan menyebar. Jika itu adalah kanker endometrium tipe terbatas, lesi relatif kecil pada tahap awal, dan beberapa di antaranya hanya menunjukkan sedikit penebalan endometrium, dan tidak ada gejala klinis abnormal yang jelas, dan tidak mudah untuk membedakannya dengan hiperplasia endometrium dengan USG. Selain itu, jika itu adalah kanker endometrium yang menyebar, yaitu endometrium terutama melibatkan seluruh rongga rahim, sulit untuk didiagnosis dengan USG pada tahap awal, dan perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan patologis pengikisan diagnostik. Seiring perkembangan penyakit, penebalan endometrium, gema campuran yang tidak merata secara fokal atau difus, atau lesi yang melibatkan miometrium atau serviks dapat dideteksi dengan ultrasonografi. Oleh karena itu, ultrasonografi masih sulit untuk mendiagnosis kanker endometrium stadium awal. Untuk kanker endometrium stadium menengah dan lanjut, diagnosis yang lebih akurat dapat dibuat berdasarkan kinerja ultrasonografi. Ultrasonografi transvaginal juga lebih akurat dalam menentukan kedalaman infiltrasi miometrium dan keterlibatan serviks pada kanker endometrium. Oleh karena itu, bila terdeteksi adanya kelainan atau ada kecenderungan kanker endometrium, histeroskopi dan patologi lebih lanjut dapat direkomendasikan untuk memastikan diagnosis.