Hal pertama yang perlu diklarifikasi adalah jenis kista apa itu. Kista ovarium adalah salah satu kondisi umum dalam obstetri dan ginekologi. Banyak wanita yang ditemukan memiliki kista ovarium selama pemeriksaan medis. Oleh karena itu, pengobatan kista ovarium merupakan masalah yang menjadi perhatian mayoritas wanita. Penanganan klinis saat ini untuk kista ovarium memerlukan penilaian yang komprehensif berdasarkan jenis, ukuran dan sifat kista ovarium. Jika kista ovarium berdiameter kurang dari 4 cm. Jika kista ovarium berdiameter kurang dari 4 cm dan tes laboratorium yang relevan tidak mengindikasikan kecenderungan ganas, maka dianjurkan agar pasien dapat diobservasi secara teratur. USG ginekologi dapat diulang setiap enam bulan untuk mengamati perubahan pada kista ovarium. Jika kista ovarium berdiameter kurang dari 4 cm tetapi bersifat kistik dan tidak hilang, maka pasien disarankan untuk menjalani pembedahan sesegera mungkin setelah menyelesaikan penyelidikan yang relevan. Jika kista ovarium berdiameter lebih besar dari 4 cm dan terus berlanjut, dianjurkan untuk melakukan pembedahan. Penting untuk dicatat di sini bahwa kista ovarium berukuran kecil dan perkembangan folikel fisiologis perlu disingkirkan. Kista ovarium fisiologis ini biasanya menghilang dengan sendirinya setelah menstruasi dan tidak memerlukan perawatan khusus. Oleh karena itu, biasanya lebih akurat untuk melakukan USG dalam waktu 3 hari setelah menstruasi untuk memeriksa kista ovarium. Singkatnya, pengobatan kista ovarium perlu dilakukan secara individual dan metode pengobatan yang berbeda diperlukan untuk kondisi yang berbeda.