Bagaimana cara mencegah alergi serbuk sari?

  Demam jerami, juga dikenal sebagai chytridiomycosis, disebabkan oleh alergi pasien terhadap serbuk sari tanaman dan terutama ditandai dengan hidung gatal, episode bersin terus menerus, keluarnya cairan dari hidung yang sangat encer dan hidung tersumbat; mata gatal, mata berkaca-kaca, hidung tersumbat, dan mengi juga dapat terjadi; hal ini juga dapat menyebabkan kulit gatal dan ruam.  Timbulnya alergi serbuk sari bersifat musiman, dengan pepohonan (elm, poplar, willow, cemara, tsubaki, ek, murbei, abu, dan kenari) sebagai penyebab utama pada musim semi, dengan timbulnya antara bulan Maret dan Juni; pada musim panas, serbuk sari alergen terutama berasal dari hijauan dan rumput (jagung, sorgum, gandum, alang-alang, kinoa, bayam, krisan, dan kacang-kacangan), dengan sebagian besar timbul antara bulan Mei dan Agustus; pada musim gugur, serbuk sari gulma atau herba (Artemisia spp. Ketiganya bisa saling tumpang tindih, karena semuanya adalah bunga yang terbawa angin yang diserbuki oleh angin.  Langkah-langkah pencegahan meliputi: 1, di luar lokasi untuk menghindari kontak dengan serbuk sari, seperti penderita demam musim gugur di utara yang tinggal di selatan pada bulan Februari.  2. Kurangi keluar rumah pada musim-musim yang kaya serbuk sari, terutama pada cuaca kering dan berangin serta di daerah pegunungan atau padang rumput yang memiliki banyak bunga dan tanaman.  3. Jika Anda keluar rumah, kenakanlah pakaian lengan panjang, masker serbuk sari (tersedia di Jepang atau di situs web biasa seperti Taobao), kacamata serbuk sari, atau kain kasa putih transparan di kepala Anda. Untuk pekerjaan di luar ruangan atau wisata musim semi, yang terbaik adalah meminum obat anti-alergi seperti Kestin, Kerratan, Parasetamol, Benadryl, dll.  Cuci wajah, hidung, mata, dan bagian tubuh lainnya yang terkena serbuk sari setelah keluar rumah, ganti pakaian untuk mengurangi paparan serbuk sari, dan mandi sebelum tidur untuk menghilangkan serbuk sari dari bagian tubuh lainnya.  5. Tutup jendela, pintu, dan jendela mobil selama musim serbuk sari, nyalakan AC dengan fungsi penyaringan, pasang kasa jendela anti serbuk sari, dan jangan menggantung pakaian di luar.  6 . Oleskan penghambat serbuk sari untuk melindungi mukosa hidung dari paparan serbuk sari (Kemin).  7 . Jaga kelembapan udara di ruang tamu Anda, gunakan pembersih udara atau penyaringan AC.  8 . Mematuhi gaya hidup sehat, menjaga suasana hati yang optimis dan ceria, dan bersikeras untuk berenang dapat mengurangi gejala.  9 . Perawatan desensitisasi selektif pada akhir musim serbuk sari mungkin dapat mengurangi gejala demam di tahun mendatang.