Jika miopi terdapat pada satu mata dan hipermetropi pada mata yang lain, maka hal ini disebut paralaks refraktif, dan kondisi ini memiliki dampak yang lebih besar pada mata. Gejala pertama, dan yang paling umum, adalah kehilangan penglihatan. Kedua, karena perbedaan antara kedua mata begitu besar, maka mudah mengalami ketegangan mata, seperti sakit mata, fotofobia, robek, atau sakit kepala, terutama sakit kepala di dahi dan pusing, yang harus dikoreksi sejak dini. Ketiga, dalam kasus anak-anak, dapat dengan mudah menyebabkan ambliopia dan strabismus. Agar mata dapat melihat dengan jelas, banyak orang akan mengadopsi posisi kepala kompensasi atau menyipitkan mata untuk melihat sesuatu.