Saat musim dingin berlangsung, udara menjadi semakin kering dan semakin kering dan perasaan yang paling jelas adalah hidung yang kering dan tidak nyaman. Bagi anak-anak, udara kering juga meningkatkan kemungkinan mereka mengalami mimisan. Orang tua sering merasa gugup ketika anak mereka mengalami mimisan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Bagaimana hidung bisa berdarah dengan sendirinya ketika tidak terbentur atau tergores? 1, Ada banyak pembuluh darah kecil (kapiler) di hidung, yang terletak di dalam mukosa hidung yang sangat tipis, tidak seperti pembuluh darah lain yang biasanya terkubur di bawah kulit dan lemak yang tebal. 2. Fungsi selaput lendir atas dan kekebalan tubuh anak-anak belum matang, sehingga mereka rentan terhadap infeksi selaput lendir atas dan alergi hidung, yang dapat menyebabkan mimisan. Oleh karena itu, pembuluh darah dapat dengan mudah pecah dan berdarah ketika teriritasi, seperti mengupil, benda asing di rongga hidung, udara kering, dll. Bagaimana mimisan dapat dicegah? Penyebab umum mimisan pada anak-anak adalah udara kering, mengorek hidung, dan alergi hidung. Oleh karena itu, orang tua dapat memulai dengan tiga aspek pencegahan ini. 1. Berhenti mengupil Banyak anak yang mengupil. Entah karena kebiasaan atau karena hidung gatal, hal ini dapat merusak kapiler dalam rongga hidung dan menyebabkan pendarahan. Tentu saja, ‘perilaku tidak senonoh’ ini harus dihentikan meskipun tidak ada efek fisik.
Jika Anda mendapati anak Anda mengupil, segera hentikan dengan mengatakan kepadanya “ada banyak serangga kecil di tanganmu, jadi berhati-hatilah agar mereka tidak masuk ke dalam hidungmu”.
Pada kasus bayi dan anak kecil, mungkin sulit untuk menghentikannya. Di satu sisi, orang tua dapat mencoba mencari tahu penyebab mengupil, seperti pilek atau alergi, dan kemudian mengobatinya; di sisi lain, jika itu hanya tindakan yang biasa dilakukan, berikan mainan atau makanan untuk mengalihkan perhatiannya. 2. Berikan udara yang lembap Udara kering membuat kapiler di rongga hidung lebih mudah rusak, seperti halnya musim dingin yang kering membuat kulit lebih mudah pecah-pecah. Selain itu, sekresi hidung dan segala macam kotoran cenderung membentuk ‘upil’ dalam kondisi kering, dan anak-anak dapat secara tidak sengaja mengorek hidung mereka.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lembap bagi anak Anda. 3. Pencegahan alergi Alergi hidung juga merupakan salah satu penyebab umum mimisan pada anak-anak.
Ketika hidung mengalami alergi, pembuluh darah kapiler lebih mungkin pecah dan berdarah, dan anak-anak mungkin mengorek hidung karena hidung gatal, sehingga menyebabkan pembuluh darah pecah. Inilah sebabnya mengapa pencegahan alergi sangat penting. Aspek terpenting dari pencegahan alergi adalah ‘mengurangi paparan alergen’. Apa yang dapat saya lakukan untuk menjauhkan anak saya dari alergen? Memasang filter udara atau membuka jendela untuk ventilasi sering kali dapat mengurangi alergen di udara; jauhi alergen dan benda-benda yang cenderung menumpuk debu, seperti boneka, hewan peliharaan, dan boneka binatang. Ketika Anda mengalami mimisan, sudah menjadi kebiasaan umum untuk memiringkan kepala ke belakang dengan lubang hidung mengarah ke atas. Tidak hanya tidak mudah menghentikan pendarahan, memiringkan kepala ke belakang juga dapat menyebabkan darah yang telah mengalir dari hidung mengalir kembali ke tenggorokan karena postur tubuh dan gravitasi, yang dapat tertelan ke dalam kerongkongan dan saluran cerna, mengiritasi mukosa saluran cerna, serta menyebabkan rasa tidak nyaman atau muntah. Jika terdapat sejumlah besar darah, darah dapat dengan mudah tertelan dan tersedak ke dalam trakea dan paru-paru, yang dapat berbahaya. Cara yang benar untuk melakukannya adalah dengan memiringkan kepala sedikit ke depan agar darah keluar dari lubang hidung sehingga tidak tertinggal di dalam rongga hidung dan mengganggu aliran udara peluit. Pendarahan dapat dihentikan dengan meletakkan kapas di lubang hidung atau dengan mencubit kedua sisi hidung dengan jari-jari Anda dan memberikan tekanan lokal selama 10-15 menit. Sebagian besar pasien dapat dihentikan secara efektif dengan metode ini, tetapi jika pendarahannya berat atau mimisan tidak berhenti setelah lebih dari 10 menit kompresi, perawatan lebih lanjut harus dilakukan di rumah sakit.