Gejala serangan jantung

Serangan jantung adalah infark miokard, infark miokard akut adalah salah satu keadaan darurat paling serius dalam penyakit dalam, jika tidak ditangani tepat waktu, dapat mengancam jiwa, jadi sangat penting untuk mengidentifikasi gejala serangan jantung. Sifat nyeri dada pada serangan jantung mirip dengan angina pektoris, tetapi lebih intens dan berlangsung lama: durasi nyeri dada lebih dari 20 menit, atau bahkan berjam-jam hingga berhari-hari; tidak dapat diredakan dengan beristirahat atau mengonsumsi nitrogliserin. Sifat nyeri yang menegang dan meremas, pengap dan mencekik, dan kadang-kadang ada rasa takut seperti hampir mati, memaksa pasien untuk segera menghentikan aktivitas. 2 . Lokasi nyeri dada pada serangan jantung mirip dengan angina: lokasi yang khas adalah di bagian tengah dan atas tulang dada, dan kisaran nyeri tidak terbatas, sekitar ukuran kepalan tangan dan telapak tangan. Hal ini juga dapat terjadi di luar dada, dan rasa sakit atau ketidaknyamanan di perut bagian atas (proses subxiphoid) sering terjadi; kedua, dapat menjalar ke sisi kiri dada kiri, punggung kiri, bahu kiri, dan sisi dalam bagian depan lengan atas kiri hingga jari manis dan kelingking; juga dapat menjalar ke atas ke leher, faring, rahang, gigi, dan kepala; dapat menjalar ke bawah ke perut, dan dalam beberapa kasus, dapat menjalar ke kaki dan anus. Ke kanan, menjalar ke bahu kanan, lengan, dan bahkan sisi dalam jari-jari tangan kanan. 3, pemicu kejang: sering kali karena pengerahan tenaga, kelelahan, kekenyangan, kedinginan, kegembiraan emosional, dan pemicu lainnya; tetapi kondisi berbaring yang tenang juga bisa terjadi. Gejala yang menyertai: sering disertai mual, muntah, pucat, keringat dingin, sesak napas, panik, tekanan darah rendah dan sebagainya. Nyeri dada yang khas lebih mudah diidentifikasi, pasien angina harus memperhatikan untuk mengidentifikasi nyeri dada yang tidak khas. Bila ada kombinasi nyeri di lokasi yang tetap selama aktivitas, maka perlu juga untuk sangat waspada.