Pirazinamid biasanya dihentikan dalam beberapa bulan

  Pirazinamid adalah obat anti-tuberkulosis yang penting, dan jalannya pengobatan tergantung pada penyakitnya. Misalnya, pasien dengan pengobatan primer biasanya dapat berhenti menggunakannya selama 2 bulan dan beralih ke obat lain untuk konsolidasi, sementara TB replikasi mungkin membutuhkan waktu sekitar 3 bulan dan TB yang resistan terhadap obat mungkin membutuhkan waktu 1-2 tahun.  Kemoterapi anti-tuberkulosis adalah kunci untuk menghilangkan dan mengendalikan tuberkulosis, dan kemoterapi yang wajar dapat membunuh bakteri dalam lesi dan meningkatkan penyembuhan. Untuk kasus yang lebih ringan dan Mycobacterium tuberculosis yang sensitif terhadap obat, termasuk TB primer dan pleuritis tuberkulosis, pirazinamid dapat diberikan selama 2-3 bulan. Ketika penyakit membaik dan gejala klinis terkendali, pasien akan terus mengonsumsi rifampin oral dan isoniazid untuk periode pemeliharaan 4-6 bulan terapi konsolidasi. Jika pasien mengalami gejala asam urat saat mengonsumsi pirazinamid, obat harus dikurangi atau dihentikan untuk observasi, dan pilihan pengobatan lainnya harus disesuaikan.  Selain itu, selama periode anti-tuberkulosis, pasien perlu mempertahankan gaya hidup yang baik, hindari begadang, hindari merokok dan minum alkohol, perkuat nutrisi untuk meningkatkan kebugaran fisik, perhatikan kehangatan dan cegah masuk angin.