Pertama, hindari tembakau dan alkohol (benzena dalam nikotin pers rokok memiliki peran penyimpangan kromosom, alkohol dapat secara langsung merusak testis); Kedua, hindari makanan pedas (menyebabkan infeksi dan peradangan sistem reproduksi); Ketiga, kurangi makan seledri, bawang putih, pare, minyak biji kapas (dengan efek spermisida), dan kurangi makan bawang perai yang dibeli (bawang perai pestisida, residu pestisida); Pusat Diagnostik dan Pengobatan Infertilitas Rumah Sakit Qilu Universitas Shandong Meng Fanwei Keempat, makan lebih banyak sayuran segar Sayuran (kaya vitamin), makanan laut (kaya karnitin); v. Makan lebih banyak buah-buahan yang kaya vitamin C (contohnya tomat, anggur, jeruk, dll.); vi. Sering minum teh (kaya vitamin, antioksidan); vii. Hindari suhu tinggi (pemandian air panas, sauna, koki, pembuat ketel uap, tukang roti); viii. Hindari sinar (komputer, telepon genggam, sinar-X); ix. Hindari kontaminasi beracun (pestisida seperti dibromo kloropropilena, cat, bengkel kimia, pabrik plastik, baterai penyimpanan, solder); x. Hindari obat-obatan yang berbahaya bagi kesuburan: 1, obat kemoterapi, 2, obat antihipertensi tertentu, 3, hormon yang berlebihan, 4, obat imunologi, 5, antasida, 6, obat anti epilepsi, 7, antibiotik tertentu (neomisin, eritromisin, gentamisin, urea, metronidazol, furacilin, lupin sulfonamidoflurane); xi. Hindari aktivitas yang tidak banyak bergerak. Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat (mengakibatkan ventilasi lokal yang buruk dan pemanasan skrotum, kerusakan pada testis); xii, hindari aktivitas berat, hindari penurunan kekebalan tubuh; xiii, pertahankan kondisi pikiran yang tenang dan baik; xiv, setelah setiap pengobatan, lakukan pemeriksaan lanjutan.